Yang tiga wanita semuanya dokter: dr Sabrina Darmadji, dr Edwina Darmadji, dan dr Winnie Darmadji. Sedang tiga laki-laki Edwin, William, dan Wilbert lulusan Australia, Yokohama dan Binus Jakarta.
Saya bertemu juga anak mahal lainnya: kembar tiga. Kirana, Kirani, Kinanti. Sudah kuliah semua. Cantik 5i semua. Ayah mereka, Made, seniman dari Bali.
—
Sudah delapan tahun Made menikah tapi belum punya anak. Pernah mencoba bayi tabung di Bali gagal. Lalu ke dokter Aucky.
Saking inginnya punya anak suami-istri ini tinggal di Surabaya. Menunggu hamil. Merawat kehamilan. Melahirkan. “Keluarga dan teman di Bali tidak ada yang tahu istri saya hamil. Tahu-tahu kami pulang membawa anak kembar tiga,” ujar Made.
Selama proses itu sang istri tidak mau pulang balik Surabaya-Bali. Takut keguguran. Bahkan waktu tidur pun sang istri sampai mengganjal pantat dengan bantal. Agar benihnya jadi. Padahal tidak harus sampai begitu.
“Kuncinya istri jangan sampai stres,” ujar Made saat talks show dipandu Lula Kamal.
—
Itu yang diluruskan oleh Lula Kamal. “Saya sudah mempelajari literatur tentang stres itu. Ada yang berpengaruh ada pula yang tidak,” ujar Lula.
Di acara kemarin saya juga bertemu ”anak mahal” yang sangat hebat. Kembar. Laki-perempuan. Dua-duanya buta. Keduanya diajak sang ayah untuk berfoto bersama saya.
“Terima kasih pak Menteri,” katanya sambil mengulurkan tangan menyalami saya. Ups…ternyata ia tahu saya pernah jadi sesuatu.
—
Ia memang periang. Bahkan ketika Inul menyanyikan lagu Jawa Pamer Bojo ia ikut joget-joget sendirian. Tidak tampak minder dengan kekurangan di matanya. Kini ia kuliah di jurusan pariwisata Universitas Kristen Petra Surabaya.
Kenapa lahir buta? “Ketika kandungan berumur enam bulan sudah harus dilahirkan. Ada masalah di kandungan istri,” ujar sang ayah.
“Kami sudah diberi tahu anak kembar kami akan dilahirkan dalam keadaan buta. Di umur kandungan segitu kornea mata janin belum benar-benar jadi,” ujar sang ayah.
Memang ada pilihan lain: digugurkan. Tapi ia tidak mau. Bayi itu sudah hidup. Memang masih di kandungan tapi sudah hidup. Tidak boleh digugurkan. “Kami beragama Katolik,” katanya.