Aktivitas ini membantu anak mengenali benda, memperkaya kosakata, dan melatih kemampuan mendengarkan.

4. Batasi Penggunaan Gadget

Paparan gadget yang berlebihan dapat menghambat interaksi verbal antara anak dan orang tua.

Karena itu, penting untuk membatasi waktu layar dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih interaktif, seperti bermain bersama, membaca buku, atau mengobrol.

Dengan mengurangi penggunaan gadget, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendengar bahasa secara langsung dan berlatih merespons percakapan.

5. Tirukan Suara Anak

Ketika anak mengeluarkan suara atau mencoba mengucapkan kata, sambut dengan antusias.

Orang tua dapat menirukan suara tersebut, lalu mengulanginya dengan pengucapan yang benar. Misalnya, jika anak mengatakan “ma”, orang tua bisa menjawab, “Iya, mama”.

Respons positif membuat anak merasa didukung dan percaya diri untuk terus mencoba berbicara.

6. Tanggapi Ocehan Anak dan Kenalkan Nama Benda

Setiap ocehan, gerakan, atau isyarat anak merupakan bentuk komunikasi yang penting.

Jangan abaikan ocehan tersebut. Sebaliknya, tanggapi dengan kata-kata yang sesuai. Misalnya, ketika anak menunjuk makanan, katakan “Mau makan ya?”.

Selain itu, kenalkan nama benda di sekitar secara jelas dan berulang, seperti “bola”, “kursi”, “sendok”, atau “air”.

Pengulangan membantu anak menghubungkan kata dengan benda yang dilihatnya, sehingga kemampuan bahasanya berkembang lebih cepat.

Jadi, jangan sampai terlambat memberikan pendampingan. Mulailah dari kebiasaan kecil setiap hari, karena langkah sederhana di rumah bisa menjadi kunci penting dalam membantu anak mengatasi speech delay.