finnews.id – Mantan bek Timnas Argentina, Pablo Zabaleta, menilai Lionel Messi masih menjadi pemain yang tak tertandingi meski kini telah berusia 39 tahun. Dalam wawancara bersama FIFA, Zabaleta menyebut mentalitas kompetitif menjadi faktor utama yang membuat Messi mampu bertahan di level tertinggi selama lebih dari dua dekade.

Zabaleta mengenang momen pertama kali bertemu Messi saat keduanya memperkuat Argentina U-20 menjelang Piala Dunia U-20 FIFA 2005. Saat itu, Messi baru bergabung dari akademi Barcelona dan belum banyak dikenal oleh rekan-rekan setimnya.

“Sejak sesi latihan pertama, kami langsung menyadari betapa hebatnya dia. Dalam permainan kecil, jika berada di tim Messi, Anda hampir pasti menang. Sebaliknya, jika harus menghadapinya, dia membuat segalanya menjadi sangat sulit,” kata Zabaleta kepada FIFA.

Menurut Zabaleta, kualitas Messi sudah terlihat jauh melampaui pemain seusianya. Bahkan, para pemain lain enggan melakukan tekel keras saat latihan karena tidak ingin mengambil risiko mencederai sang bintang muda.

Mantan kapten Argentina U-20 itu juga mengungkapkan bahwa Messi awalnya merupakan sosok yang pendiam. Namun, setelah semakin akrab dengan rekan-rekan setimnya, termasuk Sergio “Kun” Aguero, ia perlahan berkembang menjadi pemimpin di ruang ganti.

Saat ditanya mengenai penampilan Messi di Piala Dunia 2014 Brasil, Zabaleta menilai turnamen tersebut menjadi salah satu periode terbaik dalam karier sahabatnya itu.

“Dia bisa merebut bola, menggiringnya melewati lawan, memecah lini pertahanan, dan membawa tim maju hampir sendirian. Saat itu dia benar-benar menjadi pembeda bagi Argentina,” ujarnya.

Meski mengakui akselerasi Messi tidak lagi secepat saat masih berusia 20-an, Zabaleta menegaskan kualitas sang kapten Argentina tetap mampu menentukan hasil pertandingan melalui gol maupun umpan-umpan yang sulit diprediksi lawan.

Menurut Zabaleta, kemampuan teknis bukan satu-satunya alasan Messi menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

“Saya tidak percaya seorang pemain menjadi yang terbaik di dunia hanya karena kemampuan teknisnya. Harus ada sesuatu yang lebih, yaitu keinginan untuk terus berkembang setiap tahun, apa pun yang sudah diraihnya,” tutur Zabaleta.

Ia menambahkan, hampir di setiap tim yang dibela Messi, kesuksesan selalu mengikuti. Bahkan pada usia 39 tahun, ketika banyak pihak meragukan kondisi fisiknya menjelang Piala Dunia FIFA 2026, Messi kembali menunjukkan pengaruh besarnya bagi Argentina.

“Dia berada di levelnya sendiri. Semua orang tahu bakat dan kualitas tekniknya, tetapi yang benar-benar membedakannya adalah mentalitas kompetitifnya. Dia mampu bertahan di level tertinggi selama lebih dari 20 tahun karena tidak pernah berhenti mencari cara untuk menjadi lebih baik. Sangat sedikit pemain dalam sejarah yang mampu melakukan itu,” ujar Zabaleta.

Referensi: