Sang ibu memang mengontrol ketat jam belajar Renard. Ketika Renard pamit belajar dan mengunci pintu kamar, sang ibu mengira Renard membaca buku. Yang sebenarnya dilakukan Renard: nonton Piala Dunia. Yang sedang bertanding adalah Argentina. Asyik. Konsentrasinya penuh ke sepak bola. Ketika Argentina cetak gol Renard lupa menjaga rahasia: ia berteriak histeris.

Maka rahasia persembunyiannya pun terkuak. Ibunya menggedor pintu: Renard kena OTT. Sang ibu marah besar. Marah yang sampai membuahkan dendam: dendam Argentina. Dendam itu baru terbayar lunas di tahun 2026.

“Hampir saja saya tidak sempat menontonnya,” ujar Renard. Dari Indonesia ia ke New York dulu –sekalian tahu New York. Satu hari sebelum pertandingan barulah berangkat ke Dallas. Pesawatnya harus transit di Washington DC.

Rute ini sebenarnya agak aneh. Kenapa tidak New York–Atlanta–Dallas. Atau New York– Chicago–Dallas. Mungkin rute itulah yang masih tersedia mengingat jalur ke Dallas padat oleh penonton Piala Dunia.

Di Washington pesawatnya delayed. Enam jam. Menurut hitungan Renard masih ok. Tengah malam sudah bisa mendarat di Dallas. Enam jam berlalu. Belum juga ada kepastian jam berapa berangkat. Kalau ditunda besok paginya habislah harapan. Pertandingan dimulai pukul 12.00.

Renard tetap manusia beruntung: setelah telat sembilan jam pesawat berangkat. Tiba di hotelnya di Dallas pukul 02.00. Yang penting paginya bisa ke stadion.

Tentu Renard lebih beruntung daripada saya: stadion Dallas adalah stadion tertutup. Atapnya bisa ditutup rapat. Bisa pakai AC. Kalau tidak, pukul 12.00 di musim panas di Texas adalah neraka yang pindah ke bagian selatan Amerika. Maka stadion di Dallas pakai AC. Pun di kota besar Texas lainnya: Houston pakai sistem yang sama.

Di negara bagian Georgia, yang sama iklimnya dengan Texas juga pakai AC: Atlanta. Hanya tiga stadion itu yang bisa pakai AC di Piala Dunia di Amerika.

Dari Amerika, Renard juga melaporkan perjalanan ke Dallas itu kepada pemilik asli tiketnya: orang Shanghai. Mereka kini berhubungan akrab. Tidak hanya antara Renard dan orang itu, tapi antara seluruh keluarga Renard dan keluarga orang Shanghai itu. Mereka ternyata bertalian darah keluarga. Sama-sama berasal dari satu desa kecil di Yantai.