“Saya ingin menampilkan situasi kehidupan nyata masyarakat Tionghoa-Indonesia di Indonesia,” kata Olivia Irawan Chen, sebagai keturunan Tionghoa generasi ketiga itu.
Menariknya, setelah penjualan tiket untuk SIFF tahun ini dimulai pada 5 Juni lalu, tiket untuk beberapa sesi pemutaran film ini langsung ludes terjual, yang menunjukkan besarnya rasa penasaran dan minat penonton Shanghai terhadap film-film Indonesia.
Selain “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” (“My Own Last Supper”), kategori Film Animasi Golden Goblet Awards dalam SIFF tahun ini juga menghadirkan film animasi Indonesia “Garuda di Dadaku” (“Garuda: Dare to Dream”). Dengan kehadiran di dua lini, yakni film cerita dan film animasi, perfilman Indonesia menjadi kekuatan Asia Tenggara yang tidak dapat diabaikan dalam SIFF tahun ini.