3. Kampas Kopling Ganda (Matic)
Kampas kopling ganda bertugas mencengkeram mangkok kopling untuk meneruskan daya ke roda belakang saat Anda memutar tuas gas. Jika komponen ini sudah menipis, motor akan mengalami slip sehingga akselerasi terasa melambat meskipun mesin sudah meraung tinggi. Pemilik motor matic berkapasitas 150 cc sebaiknya melakukan pengecekan kampas ini setiap menyentuh jarak 8.000 km, sedangkan untuk motor di atas 150 cc dapat memeriksanya pada kelipatan 12.000 km.
Enam Langkah Taktis Merawat CVT Motor Matic
Guna memastikan seluruh komponen di dalam ruang transmisi tetap bekerja dengan bertenaga, Anda dapat menerapkan enam tips perawatan berikut secara rutin:
1. Memeriksa Kondisi V-Belt Secara Berkala
Jangan pernah mengabaikan kondisi fisik V-belt motor Anda. Jika sabuk karet ini sudah aus, menipis, atau bahkan retak, segeralah menggantinya dengan komponen baru. Kelalaian dalam mengganti V-belt tidak hanya berisiko membuat sabuk putus di jalan, melainkan juga dapat menghancurkan komponen puli (pulley) serta membuat roller di dalamnya menjadi penyok.
2. Memantau Kelayakan Roller CVT
Mengingat roller berfungsi mengatur perubahan perputaran mesin dari opsi rendah ke tinggi, kelayakan bentuknya wajib Anda perhatikan. Ketika ruang CVT mulai mengeluarkan suara ketukan yang berisik, itu menandakan bahwa roller sudah tidak bulat sempurna dan Anda harus segera melakukan penggantian.
3. Mengganti Oli Transmisi (Oli Gardan) Secara Rutin
Oli transmisi atau oli gardan mengemban tugas krusial untuk melumasi celah-celah roda gigi (gear) yang terhubung dengan CVT. Penggantian yang terlambat akan membuat cairan pelumas menjadi kotor, mengental, dan kehilangan daya lubrikasi. Kondisi buruk ini akan memicu gesekan kasar yang dapat merusak komponen internal gigi gardan.
4. Menjaga Ketebalan Kampas Kopling Ganda
Untuk memeriksa kelayakan kampas kopling ganda, mekanik harus membongkar blok CVT secara keseluruhan agar kondisi fisik kampas terlihat jelas secara kasat mata. Segera ganti komponen ini jika Anda merasakan getaran tidak wajar (gredek) saat motor baru mulai melaju, atau ketika motor terasa sangat berat saat berakselerasi di awal. Sebagai patokan, Anda dapat melakukan penggantian berkala setiap motor mencapai jarak tempuh 24.000 km hingga 35.000 km.