Tidak sendirian, versi standar dari Vivo V70 juga ikut terkoreksi menjadi lebih mahal. Varian dengan kapasitas 8GB + 256GB kini dilaporkan menyentuh angka Rs53.999, meninggalkan harga lamanya di Rs49.999.
Bagi konsumen yang mengincar model dengan RAM 12GB + 256GB, anggaran yang harus disiapkan kini naik menjadi Rs56.999 dari harga sebelumnya yang tercatat sebesar Rs53.999.
Kenaikan pada seri premium seperti Vivo V70 ini mencerminkan betapa tingginya ketergantungan sektor smartphone terhadap stabilitas rantai pasok global saat ini.
Dampak Penyesuaian Harga pada Seri Menengah (Y-Series)
Gelombang penyesuaian ini sayangnya juga menghantam segmen pasar yang lebih sensitif terhadap harga, yaitu ponsel kelas menengah atau seri Y.
Vivo Y21 varian 6GB + 128GB mengalami kenaikan tipis sebesar Rs1.000, membuat harganya kini bertengger di angka Rs21.999.
Di sisi lain, kejutan terbesar justru datang dari model Vivo Y400. Varian 8GB + 128GB dari model ini naik menjadi Rs31.999, sedangkan versi 8GB + 256GB melonjak dari Rs31.999 ke Rs34.999.
Lonjakan pada varian penyimpanan besar tersebut menjadikannya salah satu lompatan harga paling tajam dalam portofolio produk mereka musim ini.
Kebijakan Senyap dan Riwayat Tren Harga
Hingga saat ini, manajemen pusat masih memilih untuk menahan diri dan belum memberikan pernyataan resmi ke publik mengenai alasan di balik kebijakan ini.
Kendati demikian, pantauan di situs resmi mereka menunjukkan bahwa penyesuaian harga baru tersebut sudah mulai diimplementasikan secara langsung di pasar terkait.
Menariknya, ini bukan kali pertama seri premium seperti keluarga Vivo V70 mengalami fluktuasi harga dalam waktu singkat.
Pola serupa sempat terjadi pada bulan Mei lalu, di mana beberapa model seperti lini Y dan T series juga mengalami penyesuaian serupa.
Bagi para calon pembeli, situasi ini tentu menjadi pengingat bahwa di era ketidakpastian industri seperti sekarang, menunda keputusan membeli gawai impian bisa jadi harus dibayar dengan harga yang lebih mahal di kemudian hari.