“Saya pikir kami kehilangan performa start dibandingkan 2024,” kata Bagnaia.
Ia menjelaskan bahwa motor Ducati masih mengalami gejala wheelie atau roda depan terangkat saat akselerasi awal, sehingga menyulitkan pembalap untuk mendapatkan traksi maksimal.
Bagnaia mengungkapkan bahwa Ducati telah mencoba sejumlah perubahan pada sektor elektronik saat MotoGP Mugello. Hasil awalnya dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi membantu meningkatkan performa start pada seri-seri berikutnya.
Insiden di Hungaria Berakhir Menguntungkan
Meski kembali mengalami wheelspin saat start MotoGP Hungaria, situasi tersebut justru memberi keuntungan bagi Bagnaia. Putaran roda belakang yang berlebih membuatnya sedikit tertinggal sehingga terhindar dari insiden di Tikungan 1.
Kejadian itu menunjukkan betapa krusialnya fase start dalam balapan MotoGP. Dalam hitungan detik, start yang baik dapat membuka peluang meraih kemenangan, sementara start yang buruk bisa mengubah jalannya balapan secara drastis.
Dengan pengakuan langsung dari Bagnaia, Honda RC213V kini mendapat pengakuan sebagai salah satu motor dengan akselerasi awal terbaik di MotoGP. Meski belum mendominasi klasemen konstruktor, keunggulan saat start menjadi modal penting bagi Honda untuk terus bersaing di lintasan.
Penutup
Pernyataan Francesco Bagnaia menegaskan bahwa performa sebuah motor MotoGP tidak hanya ditentukan oleh kecepatan puncak atau hasil balapan, tetapi juga kemampuan start. Honda RC213V mungkin belum menjadi motor tercepat secara keseluruhan, namun kemampuannya melesat saat lampu start padam telah mendapat pengakuan dari rival utamanya.
Jika Honda mampu meningkatkan performa di area lain, keunggulan start yang dimiliki RC213V bisa menjadi fondasi penting untuk kembali bersaing memperebutkan kemenangan secara konsisten di MotoGP.
Referensi:
- Crash.net: “You will lose the place – Bagnaia identifies MotoGP’s best starting bike”