Dosen Komunikasi Universitas Budi Luhur, Muhammad Ikhwan menyampaikan bahwa penggunaan presenter berbasis kecerdasan buatan (AI) di industri televisi berita masih menghadapi sejumlah kendala sehingga belum mampu menggantikan kebutuhan produksi siaran yang menuntut kecepatan dan akurasi tinggi.

Dalam diskusi yang di gelar di Lembaga Pendidikan Antara di Jakarta pada Kamis (11/6) dia mengatakan, hasil risetnya terhadap implementasi presenter AI di salah satu stasiun televisi swasta menunjukkan teknologi tersebut belum efektif digunakan untuk kebutuhan hard news dan breaking news.

“Televisi itu membutuhkan kecepatan. Ketika ada peristiwa yang harus segera ditayangkan, proses produksi presenter AI ternyata masih membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga tidak efektif untuk kebutuhan breaking news,” kata Ikhwan di Jakarta, Kamis.

Ikhwan menjelaskan, salah satu hambatan utama berasal dari proses produksi yang masih memerlukan waktu panjang.