Ke depannya, Pegadaian menargetkan penyediaan ATM emas secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Penambahan gerai pun direncanakan dilakukan tahun ini.
Namun, rencana tersebut masih dalam persiapan sehingga belum dapat diungkapkan jumlah dan lokasinya. Menurut Head of Corporate Communications PT Pegadaian, Riana Rifani, sejumlah hal menjadi pertimbangan untuk menambah gerai ATM emas, salah satunya keamanan.
Adapun total kelolaan emas Pegadaian per April 2026 mencapai 145 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak lebih dari 20 ton merupakan tabungan emas, dengan valuasi lebih dari Rp51 triliun.
PT Pegadaian yang didirikan pada 1 April 1901, kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial.
Selain layanan bank emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi seperti tabungan emas, cicil emas, arisan emas, serta produk pembiayaan seperti haji dan umrah, kredit mikro, kredit kendaraan, hingga Kredit usaha rakyat (KUR) Syariah.
Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat.
Lalu, sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas.
Seiring komitmen “Melayani Sepenuh Hati”, layanan berbasis pengalaman agar tetap relevan bagi nasabah diharapkan benar-benar terwujud.