Gulir ke bawah dan pilih opsi Safety & Emergency (Keselamatan & Darurat).

Klik menu Earthquake Alerts (Peringatan Gempa Bumi), lalu geser tombol ke posisi aktif. Pastikan Anda juga selalu menyalakan fitur lokasi (GPS) dan data internet.

2. Menggunakan Aplikasi Resmi Info BMKG
Langkah berikutnya yang sangat direkomendasikan untuk masyarakat Indonesia adalah memasang aplikasi Info BMKG. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis aplikasi resmi ini untuk menyajikan data cuaca, iklim, kualitas udara, hingga info gempa bumi yang akurat dan terpercaya.

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memantau peta episentrum, kekuatan magnitudo, kedalaman gempa, hingga potensi tsunami secara instan. Agar info gempa masuk sebagai alarm prioritas, ikuti panduan berikut:

Unduh aplikasi Info BMKG melalui Google Play Store atau Apple App Store.

Buka aplikasi setelah proses instalasi selesai.

Ketika sistem memunculkan pop-up permintaan izin, pastikan Anda memilih opsi Izinkan Pemberitahuan (Allow Notifications) dan izinkan akses lokasi secara konstan.

3. Menggunakan Aplikasi Global MyShake
Aplikasi alternatif lain yang terbukti andal dalam memantau gempa global adalah MyShake. Berkeley Seismology Lab merancang aplikasi gratis ini khusus untuk memantau aktivitas kegempaan di seluruh dunia menggunakan sistem Earthquake Early Warning.

MyShake akan memunculkan notifikasi langsung di layar jika mendeteksi adanya gempa bermagnitudo menengah hingga besar di sekitar posisi Anda. Aplikasi ini juga melampirkan peta interaktif yang detail serta tips-tips keselamatan saat menghadapi bencana. Anda bisa mengunduh aplikasi ini secara bebas melalui Android maupun iPhone.

4. Memasang Aplikasi Earthquake & Tsunami Alerts (Khusus iPhone)
Para pemilik perangkat iOS atau iPhone bisa menjatuhkan pilihan pada aplikasi Earthquake & Tsunami Alerts sebagai benteng pertahanan digital mereka. Aplikasi ini memantau aktivitas seismik dan peristiwa tsunami secara global sepanjang waktu selama 24 jam penuh.