Model premium seperti Motorola Razr Fold menjadi produk yang paling bersinar karena mendapatkan komitmen fantastis berupa tujuh tahun update Android OS. Namun, untuk model Razr versi 2026 lainnya, Motorola hanya memberikan jatah tiga kali pembaruan saja.

Daftar perangkat Motorola yang diproyeksikan menerima Android 17 meliputi:

Seri Razr & ThinkPhone: Razr 2024, Razr+ 2024, Razr 2025, Razr Plus/Ultra 2025, lini Razr 2026 (Plus/Ultra), Razr Fold, ThinkPhone, ThinkPhone 25, dan seri Signature.

Seri Edge: Edge 2024, Edge 50 series (Fusion/Pro/Neo/Ultra), Edge 2025, Edge 60 series, hingga lini premium Edge 70, 70 Fusion, 70 Fusion+, dan Edge 70 Pro.

Tantangan terbesar justru membayangi pengguna keluarga Moto G. Karena seri ini umumnya hanya mendapatkan satu hingga dua kali pembaruan sistem operasi, pengguna HP Motorola murah versi lawas harus bersiap-siap gigit jari karena peluang mereka sangat tipis untuk mencicipi Android 17.

Strategi Xiaomi yang Cenderung Rumit

Di antara seluruh produsen raksasa, Xiaomi menjadi merek yang paling sering memicu perdebatan di kalangan pengamat teknologi. Kebijakan pembaruan Xiaomi tergolong rumit dan sering kali merugikan konsumen ponsel kelas menengah mereka.

Xiaomi memiliki kebiasaan buruk yang kerap merilis ponsel baru namun masih mengusung versi Android versi lama. Strategi ini otomatis memangkas umur dan jalur pembaruan utama ponsel tersebut di masa depan.

Kasus Nyata: Redmi Note 13 Pro+ melakukan debut global pada Januari 2024. Alih-alih membawa Android 14 yang merupakan OS terbaru saat itu, Xiaomi justru meluncurkannya dengan Android 13. Akibat keputusan tersebut, masa dukungan ponsel ini habis lebih cepat dan dipastikan tidak akan bisa mencicipi manisnya Android 17.

Pola menjebak ini kabarnya kembali terulang pada seri Redmi Note 14 Pro+ dan Redmi Note 15 Pro+. Oleh karena itu, jargon umum “pasti dapat update jika rilis tahun 2024 atau lebih baru” tidak bisa Anda telan mentah-mentah jika Anda adalah pengguna ponsel Xiaomi kelas menengah.