Kendala kedua datang dari sikap tegas Real Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut sama sekali tidak berniat menjual gelandang yang memiliki nilai pasar sebesar 84 juta poundsterling itu pada musim panas ini.
Mengapa Tchouameni Begitu Istimewa?
Sangat mudah dipahami mengapa Manchester United begitu mendambakan Tchouameni. Di usia 26 tahun, ia mengombinasikan naluri bertahan yang luar biasa dengan kemampuan teknik level tertinggi.
Kelebihan ini membuatnya mampu mengontrol jalannya pertandingan sekaligus menjadi perisai bagi lini belakang.
Ia juga sudah memenangkan berbagai trofi bergengsi bersama klub dan tim nasional, sebuah mentalitas juara yang sangat dibutuhkan United saat ini.
Kemiripannya dengan Casemiro pun sangat terlihat jelas. Keduanya berpotensi mendarat di Manchester dari Real Madrid sebagai gelandang kelas dunia yang mapan dan mampu mendominasi laga-laga besar.
Pemain Prancis itu juga telah membuktikan diri sanggup tampil apik di bawah tekanan publik Santiago Bernabeu, serta menawarkan jiwa kepemimpinan, ketenangan, dan keunggulan fisik di usia emasnya.
Duet Impian yang Sulit Terwujud
Jika melihat dari sudut pandang taktik, kombinasi Ederson dan Tchouameni di lini tengah akan langsung menyulap area terlemah Manchester United menjadi salah satu yang paling menakutkan.
Ederson menawarkan agresivitas dan energi tanpa lelah untuk merebut bola, sementara Tchouameni memberikan kontrol permainan, kecerdasan taktik, dan kualitas penguasaan bola kelas dunia.
Namun, target impian tetaplah menjadi impian jika realitas tidak mendukung. Real Madrid bersikukuh mempertahankan sang gelandang sebagai bagian dari rencana jangka panjang mereka.
Kecuali jika manajemen Madrid mengubah pikiran mereka, Manchester United tampaknya harus mulai melirik opsi alternatif lain.
Bagaimanapun, jika ada satu sosok gelandang yang dinilai paling mampu menggantikan peran Casemiro dan membantu Carrick memulai era baru di Old Trafford, Tchouameni adalah kandidat yang paling mendekati sempurna.