finnews.id – Bagi banyak orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Namun, kebiasaan minum kopi sering kali berdekatan dengan waktu konsumsi obat. Padahal, tidak semua obat aman dikonsumsi bersamaan dengan kopi karena kandungan kafein dapat memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh.

Karena itu, penting untuk mengetahui berapa lama jeda yang sebaiknya diberikan antara minum kopi dan minum obat agar manfaat pengobatan tetap optimal.

Mengapa Kopi Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersamaan dengan Obat?

Kopi mengandung kafein yang dapat memengaruhi proses penyerapan, metabolisme, hingga efektivitas beberapa jenis obat. Selain itu, kopi juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mempercepat kerja sistem pencernaan sehingga berpotensi mengubah cara tubuh menyerap obat tertentu.

Dalam beberapa kasus, kombinasi kopi dan obat bahkan dapat meningkatkan risiko efek samping seperti jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau gangguan pencernaan.

Berapa Lama Jeda yang Dianjurkan?

Secara umum, para ahli menyarankan untuk memberikan jeda sekitar 1 hingga 2 jam antara minum kopi dan konsumsi obat.

Jika Anda sudah minum kopi terlebih dahulu, tunggu setidaknya 1 hingga 2 jam sebelum mengonsumsi obat. Sebaliknya, jika Anda baru minum obat, berikan jeda yang sama sebelum menikmati secangkir kopi.

Meski demikian, beberapa jenis obat memiliki aturan yang lebih spesifik sesuai dengan karakteristik dan cara kerjanya.

Jenis Obat yang Perlu Perhatian Khusus

Obat Tiroid

Obat untuk gangguan tiroid diketahui dapat mengalami penurunan penyerapan jika dikonsumsi terlalu dekat dengan kopi. Karena itu, pasien biasanya dianjurkan minum obat dengan air putih saat perut kosong dan menunggu setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum minum kopi.

Suplemen Zat Besi

Kopi mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi di saluran pencernaan. Oleh karena itu, suplemen zat besi sebaiknya dikonsumsi dengan jeda minimal 1 hingga 2 jam dari waktu minum kopi.

Antibiotik Tertentu

Beberapa antibiotik dapat memperlambat proses penguraian kafein di dalam tubuh. Akibatnya, efek kafein dapat terasa lebih kuat dan bertahan lebih lama, sehingga meningkatkan risiko gelisah atau sulit tidur.