Ban terasa terlalu lunak atau justru terlalu keras saat Anda menekan permukaannya secara manual.
Motor terasa goyang, tidak stabil, atau sulit Anda kendalikan saat berkendara.
Intensitas pengisian bahan bakar menjadi lebih sering karena bensin cepat habis.
Permukaan ban menunjukkan tanda-tanda keausan yang tidak merata di bagian tertentu.
Standar Tekanan Angin Ban Motor yang Ideal
Setiap produsen motor memiliki rekomendasi tekanan ban yang berbeda-beda. Namun, secara umum, Anda dapat mengikuti standar acuan berikut untuk motor harian:
Ban Depan: Idealnya berada pada kisaran 28–30 psi.
Ban Belakang: Idealnya berada pada kisaran 32–34 psi. Anda sebaiknya menggunakan angka yang lebih tinggi jika sering berboncengan atau membawa beban barang yang berat.
Tips Jitu Merawat Tekanan Ban
Agar perjalanan selalu aman dan nyaman, terapkan langkah-langkah perawatan rutin berikut ini:
Periksa tekanan angin ban minimal seminggu sekali atau selalu lakukan pengecekan sebelum Anda melakukan perjalanan jauh.
Gunakan alat pengukur tekanan (tire pressure gauge) yang akurat daripada hanya mengandalkan insting atau rabaan tangan.
Lakukan pengisian angin di bengkel resmi atau tempat yang memiliki alat ukur tekanan yang terstandarisasi.
Pertimbangkan penggunaan gas Nitrogen karena memiliki molekul yang lebih stabil, sehingga tekanan tidak cepat berkurang dan suhu ban tetap terjaga.
Merawat tekanan ban merupakan bagian krusial dari keselamatan berkendara yang tidak boleh Anda tawar-tawar lagi. Dengan menjaga tekanan angin sesuai standar, Anda akan mendapatkan manfaat ganda: motor lebih stabil, bensin lebih hemat, dan usia pakai ban menjadi lebih panjang. Jangan tunggu hingga ban kempis di tengah jalan, biasakan cek tekanan ban secara rutin mulai sekarang demi perjalanan yang aman dan bebas risiko.