Finnews.id – Lifestyle Setelah menerima daging kurban, sebaiknya jangan langsung disimpan. Agar daging lebih awet dan tak mudah bau, ikuti beberapa tips penanganan berikut.

Momen Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah melimpah. Daging sapi maupun kambing biasanya langsung diolah menjadi sate, gulai, rendang, atau tongseng untuk dinikmati bersama keluarga.

Namun, tanpa penanganan yang tepat, daging kurban bisa cepat rusak, berbau prengus, hingga memiliki tekstur alot saat dimasak. Masih banyak orang yang melakukan kesalahan setelah menerima daging kurban.

Walaupun kesannya sederhana, tetapi ada beberapa hal yang wajib diperhatikan setelah menerima daging kurban. Bahkan dari cara menyimpannya saja ada caranya tersendiri.

Cara menangani Daging Kurban

1. Bersihkan Daging

Daging kurban sebaiknya tetap dicuci sebelum dimasak untuk membantu membersihkan sisa darah, serpihan tulang, debu, atau kotoran yang mungkin menempel selama proses pemotongan dan distribusi. Namun, proses pencucian perlu dilakukan dengan benar agar tidak menyebabkan kontaminasi silang di area dapur.

Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso setuju bahwa daging kurban perlu dicuci sebelum disimpan. Gunakan air mengalir secukupnya dan hindari percikan berlebihan ke meja, wastafel, atau peralatan masak lain.

Setelah dicuci, daging sebaiknya langsung ditiriskan hingga tidak terlalu basah sebelum disimpan atau dimasak. Sebab kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat kualitas daging lebih cepat menurun.

2. Simpan dalam Freezer

Daging yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang lebih mudah terkontaminasi mikroba dan mengalami penurunan kualitas. Sehingga banyak ahli pangan menyarankan daging segera dipotong sesuai porsi lalu dimasukkan ke freezer agar lebih awet.

Suhu penyimpanan juga memengaruhi daya tahan durasi penyimpanan bahan makanan termasuk untuk menyimpan daging kurban. Kulkas bagian bawah atau non-freezer rata-rata memiliki suhu maksimal 4°C. Pada suhu ini daging hanya bertahan 2-3 hari saja pada kesegaran maksimalnya.