Laporan tersebut juga menegaskan bahwa model Bluetooth ini tidak hanya eksklusif untuk wilayah Belanda, melainkan akan disebar ke berbagai negara Eropa lainnya.
Strategi ini pada akhirnya menyamakan kasta lini Ultra dengan seri reguler lainnya yang sejak awal selalu memiliki dua opsi konektivitas.
Batasan Konektivitas 5G yang Terbagi Wilayah
Meski membawa angin segar lewat varian yang lebih ekonomis, ada satu detail teknis yang mungkin memicu perdebatan di kalangan pengamat gadget.
Sempat berembus kabar bahwa Samsung Galaxy Watch Ultra 2 akan menjadi pionir sebagai smartwatch pertama di dunia yang dibekali dengan modem 5G terintegrasi.
Namun, dokumen terbaru menunjukkan bahwa versi Eropa kemungkinan besar belum akan mencicipi teknologi internet super cepat tersebut.
Untuk pasar Eropa, Samsung dilaporkan sedang mengembangkan perangkat dengan nomor model SM-L715F yang masih mengandalkan konektivitas 4G LTE konvensional.
Tampaknya, teknologi 5G pada jam tangan pintar premium Samsung ini akan disimpan sebagai hidangan eksklusif untuk pasar Amerika Serikat dan Korea Selatan saja.
Kendati demikian, antusiasme publik dipastikan tidak memudar. Konsumen kini tinggal menunggu pembuktian resminya saat Samsung memamerkan Samsung Galaxy Watch Ultra 2 secara global berdampingan dengan lini Galaxy Watch 9 pada akhir tahun 2026 ini.