finnews.id – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari pola makan, kebiasaan merokok, kurang olahraga, hingga faktor genetik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian menemukan bahwa golongan darah ternyata juga bisa berkaitan dengan risiko penyakit jantung.

Temuan ini membuat banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah benar ada tipe golongan darah yang lebih rentan mengalami gangguan jantung dibanding yang lain?

Hubungan Golongan Darah dengan Risiko Penyakit Jantung

Golongan darah manusia dibagi menjadi empat tipe utama, yaitu A, B, AB, dan O. Setiap tipe memiliki karakteristik biologis berbeda yang dapat memengaruhi respons tubuh terhadap peradangan, pembekuan darah, hingga metabolisme kolesterol.

Beberapa penelitian internasional menemukan bahwa pemilik golongan darah selain O memiliki risiko penyakit jantung sedikit lebih tinggi dibanding pemilik golongan darah O. Risiko tersebut dikaitkan dengan kadar protein tertentu dalam darah yang memengaruhi pembekuan dan sirkulasi darah.

Salah satu penelitian besar dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibanding golongan darah O.

Golongan Darah AB Disebut Memiliki Risiko Lebih Tinggi

Di antara seluruh tipe darah, golongan darah AB beberapa kali dikaitkan dengan risiko paling tinggi terhadap penyakit jantung. Hal ini diduga karena pemilik golongan darah AB lebih rentan mengalami peradangan dan gangguan pembekuan darah.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah. Jika sumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, risiko serangan jantung bisa meningkat.

Selain itu, beberapa studi juga menemukan bahwa pemilik golongan darah AB cenderung memiliki kadar kolesterol tertentu yang lebih tinggi dibanding tipe darah lain. Kolesterol yang menumpuk dalam pembuluh darah dapat mempersempit aliran darah menuju jantung.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya penentu kesehatan jantung seseorang.