Platform tersebut, dikombinasikan dengan kamera cerdas dan algoritma pembelajaran mendalam, mampu melakukan tugas-tugas seperti penyaringan bahan baku, pengenalan api, dan kontrol proses penggulungan (rolling), mencakup lebih dari 100 skenario penerapan di seluruh proses produksi baja.
Mencakup seluruh 31 kategori manufaktur utama di China, Chongqing menyediakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk mengembangkan manufaktur cerdas dan transformasi digital.
Di Seres Super Factory di Chongqing, lebih dari 1.600 terminal cerdas dan 3.000 robot beroperasi secara kolaboratif dalam produksi kendaraan energi baru, mencapai tingkat otomatisasi 100 persen untuk proses produksi utama seperti pengelasan dan pengecatan.
Dengan menggunakan teknologi inspeksi visual berbasis AI, sistem itu dapat menyelesaikan puluhan inspeksi pada satu komponen dalam hitungan detik, secara signifikan meningkatkan konsistensi produk dan kontrol kualitas.
Pada 2025, industri AI inti Chongqing tumbuh 23,6 persen secara tahunan (year on year), menurut Yang Fan, wakil direktur komisi ekonomi dan informatisasi kota itu. Chongqing kini memiliki empat “lighthouse factory” (pabrik manufaktur yang menggunakan teknologi-teknologi termutakhir) yang disertifikasi oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) sebagai pengakuan atas transformasi industri berbasis teknologi mereka.
China telah berjanji untuk mempercepat inovasi teknologi digital dan cerdas, serta memperluas praktik “AI plus” guna meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial serta mendorong transformasi mendalam pada metode produksi, menurut Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) negara tersebut, yang dirilis pada Maret.
Sebuah acara pencocokan “AI + Manufaktur” diadakan di pameran itu, menarik para pengusaha, investor, peneliti, serta inovator untuk memperkuat pertukaran dan kolaborasi.