finnews.id – Bangun tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, sebagian orang justru merasakan badan pegal, kaku, atau nyeri di beberapa bagian tubuh saat baru membuka mata di pagi hari. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami gangguan tertentu.

Rasa pegal setelah tidur dapat muncul di leher, bahu, punggung, pinggang, hingga kaki. Penyebabnya beragam, mulai dari posisi tidur yang salah hingga kondisi medis tertentu yang memengaruhi otot dan sendi.

Posisi Tidur yang Salah Bisa Membebani Otot

Salah satu penyebab paling umum badan pegal setelah bangun tidur adalah posisi tidur yang tidak tepat. Tidur dengan posisi tertentu dalam waktu lama dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, dan tulang belakang.

Tidur tengkurap, misalnya, dapat membuat leher berputar terlalu lama sehingga memicu nyeri leher dan bahu. Sementara itu, posisi tidur miring tanpa penyangga yang baik dapat membuat punggung dan pinggang terasa kaku saat bangun.

Menurut para ahli tidur, postur tubuh saat tidur sangat berpengaruh terhadap kualitas pemulihan otot selama malam hari. Jika tubuh berada dalam posisi yang tidak netral, otot akan tetap bekerja untuk menjaga keseimbangan sehingga tidak benar-benar beristirahat.

Kasur dan Bantal yang Sudah Tidak Mendukung

Kasur yang terlalu keras atau terlalu lembek juga dapat menyebabkan tubuh terasa pegal. Permukaan tidur yang tidak mampu menopang lekukan alami tubuh membuat tekanan terkumpul di area tertentu seperti pinggang, bahu, dan punggung.

Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah juga dapat mengganggu posisi leher selama tidur. Akibatnya, otot leher menjadi tegang dan menimbulkan rasa sakit ketika bangun pagi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kualitas kasur memiliki hubungan langsung dengan kualitas tidur dan tingkat nyeri otot setelah bangun. Mengganti kasur lama yang sudah kehilangan daya topangnya sering kali membantu mengurangi keluhan pegal di pagi hari.

Kurang Bergerak sebelum Tidur

Tubuh yang terlalu lama duduk atau jarang bergerak sepanjang hari dapat membuat otot menjadi kaku. Saat tidur, otot yang sudah tegang tersebut tidak selalu langsung pulih, sehingga tubuh terasa pegal ketika bangun.

Kurangnya peregangan ringan sebelum tidur juga dapat membuat aliran darah ke otot tidak optimal. Akibatnya, proses relaksasi otot selama tidur menjadi kurang maksimal.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki ringan, peregangan, atau yoga malam hari diketahui membantu mengurangi kekakuan otot dan meningkatkan kualitas tidur.