Namun, di sisi lain, teknologi AI juga memiliki sejumlah dampak negatif yang wajib diwaspadai.

Dalam sejumlah kasus, AI kerap disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu (hoax) berbasis visual deepfake atau artikel manipulatif buatan mesin. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan penyebaran disinformasi berbasis AI ini sebagai risiko serius bagi stabilitas dan ketahanan nasional.

Lebih lanjut, ketergantungan yang berlebih terhadap AI dapat menumpulkan daya analisis dan berpikir kritis manusia. Menurut Buldan Thontowi S.Psi., M.A., Ph.D, akademisi dan peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada bidang Psikologi Sosial, penggunaan AI yang sering untuk tugas-tugas kognitif berdampak negatif.

“Dalam eksperimen, kelompok yang menggunakan AI untuk menulis esai ternyata paling lemah saat menjelaskan esai mereka dibandingkan dengan kelompok yang menulis secara mandiri,” ujarnya. Hal ini menciptakan “utang kognitif”, ketika kita terlalu sering menggunakan AI tanpa melatih kemampuan berpikir, kita menjadi manusia yang kosong pikiran, imbuh Buldan.

Selain itu, dia mengungkapkan teknologi AI saat ini memiliki masalah bias budaya. “Data AI berasal dari sumber tertentu, sering kali Barat, sehingga ketika orang dari negara Muslim atau Indonesia bertanya tentang hubungan atau masalah seksual, AI mungkin menggunakan referensi Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai setempat,” paparnya.

Dari semua kelompok masyarakat, remaja lebih rentan terpapar dampak negatif AI. “Kelompok yang paling rentan adalah remaja dengan harga diri rendah yang mudah menerima informasi tanpa sikap kritis,” kata Buldan dalam wawancara via telepon dengan Xinhua pada Jumat (22/5).

Oleh karena itu, dia mengungkapkan literasi digital menjadi faktor penting yang dapat melindungi remaja dari dampak negatif AI. “Jika anak muda memiliki sikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan oleh AI dan menyadari bahwa respons AI berasal dari model bahasa besar yang mungkin tidak mencerminkan masyarakat mereka, mereka akan lebih terlindungi,” ujarnya.