Catatan Dahlan Iskan

Cinta Alwi

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Selebihnya Anda sudah tahu: para pemuda itu menculik Bung Karno dan Bung Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok, dipaksa menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Kelak Des Alwi jadi pengusaha besar. Jadi diplomat. Jadi ahli sejarah –khususnya sejarah Banda dan Maluku. Ia pun disekolahkan di Belanda, jadi duta besar dan jadi tokoh nasional.

Tapi kecintaan utamanya tetap pada Banda. Ia bikin yayasan. Bikin perguruan tinggi. Merawat benda-benda bersejarah di sana. Merawat rumah yang pernah ditempati Bung Hatta, Bung Sjahrir, Dr Cipto Mangunkusumo dan Dr Iwa Kusuma Sumantri –dua nama terakhir dibuang ke Banda tahun 1927, jauh sebelum dua nama pertama.

Keduanya dibuang karena dianggap terlibat gerakan komunis yang melawan Belanda. Dr Cipto, orang Pecangaan, Jepara, adalah orang pertama yang berjuang agar Indonesia punya pemerintahan sendiri.

Dr Cipto sebenarnya akan segera dibebaskan kalau mau menandatangani pernyataan tidak akan bergerak di bidang politik. Dokter Cipto menolak. Ia menyatakan pilih mati di Banda daripada menandatanganinya. Dr Cipto tidak sempat melihat Indonesia merdeka. Ia meninggal di tahun 1943.

Des Alwi yang mengurus pelestarian semua rumah tokoh tersebut –sampai ia meninggal dunia di tahun 2010. (Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
PT DSI itulah yang akan ekspor sawit dan batu bara. Eksporter tunggal. Semua perusahaan sawit dan batu bara harus serahkan ekspornya.
Catatan Dahlan Iskan

Klarifikasi Bukan

Entahlah mana yang paling benar. Baiknya kita sabar menunggu perkembangan sampai dua...

Catatan Dahlan Iskan

Dor! Dor!

Prabowo juga heran: dengan tumbuh 5 persen setiap tahun, selama tujuh tahun,...

Catatan Dahlan Iskan

Rujak Ambon

  Saya menyesal membeli tiket termahal. Kabin untuk kelas terbaik ini ternyata...

Catatan Dahlan Iskan

Kenari Tua

  Sepasang sumur tua hanya saya lihat sesapuan. Pun pohon sejuta umat....