Bagnaia Kesulitan pada Fase Awal Balapan
Salah satu masalah terbesar yang dirasakan Bagnaia adalah traksi motor pada lap-lap awal. Di Circuit de Barcelona-Catalunya yang terkenal licin, ia mengaku kesulitan memaksimalkan cengkeraman ban saat start dan beberapa putaran pertama.
Walau Ducati GP26 disebut memiliki kemampuan menikung yang cukup baik, kehilangan traksi membuat Bagnaia sulit menyerang sejak awal balapan.
Dalam Sprint Catalunya, Bagnaia harus memulai balapan dari posisi ke-13 sebelum akhirnya finis keenam. Hasil itu memang menunjukkan progres, namun masih jauh dari ekspektasi seorang kandidat juara dunia.
Masa Depan Bagnaia Mulai Jadi Sorotan
Situasi sulit yang dialami Bagnaia memunculkan banyak spekulasi mengenai masa depannya bersama Ducati. Beberapa laporan di paddock MotoGP menyebut pebalap Italia itu berpotensi mempertimbangkan opsi lain pada musim 2027, termasuk kemungkinan bergabung dengan Aprilia.
Meski rumor terus berkembang, Rossi menegaskan bahwa Bagnaia masih memiliki kemampuan untuk kembali memenangkan balapan bersama Ducati.
Dukungan dari Rossi menjadi penting karena hubungan keduanya sudah terjalin lama melalui VR46 Academy. Bagnaia merupakan salah satu lulusan paling sukses akademi milik Rossi dan berhasil membawa Ducati meraih gelar dunia dalam beberapa musim terakhir.
Persaingan MotoGP 2026 Semakin Ketat
MotoGP 2026 menghadirkan persaingan yang jauh lebih merata dibanding beberapa musim sebelumnya. Ducati memang masih kompetitif, namun dominasi mereka mulai mendapat tekanan dari KTM, Aprilia, hingga beberapa pebalap independen.
Bagnaia saat ini masih tertahan di papan tengah klasemen sementara dan tertinggal dari sejumlah rival utama. Situasi tersebut membuat setiap akhir pekan balapan menjadi sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri dan momentum.
Di Catalunya, perhatian publik juga tertuju pada performa Pedro Acosta, Jorge Martin, hingga Marco Bezzecchi yang tampil cukup kompetitif sepanjang sesi akhir pekan.
Penutup
Dukungan Valentino Rossi kepada Pecco Bagnaia menunjukkan bahwa masalah Ducati GP26 tidak hanya soal kemampuan pebalap, tetapi juga proses pengembangan motor yang belum sepenuhnya ideal. Bagnaia dinilai masih memiliki kualitas untuk kembali bersaing di papan atas, namun Ducati perlu segera menemukan solusi teknis agar potensi tersebut bisa keluar maksimal.
MotoGP 2026 pun semakin menarik karena tekanan tidak lagi hanya datang dari rival, tetapi juga dari ekspektasi besar terhadap kombinasi Ducati dan Bagnaia yang sebelumnya sangat dominan.