Catatan Dahlan Iskan

Eulogy Lia

catatan dahlan iskan

Bagikan
Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Dari SMA itu Nara kuliah di Fisip Unas. Lalu ambil S-2 sosiologi di Valdosta State, Georgia, Amerika
Bagikan

Tepat sekali Nara yang dipilih menyampaikan eulogy. Istri Nara sendiri, Maya, lebih dulu diketahui terkena kanker. James sedih mendengar Maya harus menjalani kemoterapi. James-pun ingin masak soto untuk Maya: agar selera makan Maya bisa bangkit lagi.

Tak lama kemudian Nara mendengar James juga terkena kanker paru. Lebih fatal. Dokter mengatakan usia James tinggal tiga atau empat bulan. Awalnya James tidak mau menjalani kemo. Pasrah. Ia juga masih bisa tertawa. Tapi Nara dan Maya terus meyakinkan James agar bersedia menjalani kemo. Akhirnya James mau.

Saya mengikuti upacara pemakaman kemarin secara live streaming. Ada perubahan di acara pembacaan doa: yang mewakili sahabat Islam bukan Ustad Jaya, tapi Ustad Mohamad Thoha. Beberapa kali lagu Lilin Lilin Kecil ciptaan James dinyanyikan di acara itu.

Yang paling ditunggu adalah eulogy dari sang istri: Lia Sundah.

Saya putuskan untuk memuat lengkap eulogy itu. Lia membuatnya dalam bahasa Inggris. Saya pun minta tolong Google untuk menerjemahkannya. Inilah eulogy Lia selengkapnya:

***

Jadi tadi malam, ketika ibu Amerika saya, Linda Rose, tiba dari Nashville dan kami sedang dalam perjalanan untuk makan malam bersama Om Robert dari Vancouver, Maya dari Indiana, dan dua teman dari Ekuador, berkomentar, “Lia, cairan power steering-mu rendah”.

Saya tersadar bahwa sejak 7 Mei 2026, hari suami saya dipanggil untuk bersama Tuhan,

Erick dan saya harus belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri.

###

Terima kasih telah berkumpul di sini untuk merayakan kehidupan suami saya, James Freddy Sundah, atau sering saya sebut ”kucing kesayangan saya” atau Papa. Kehadiran Anda di sini mencerminkan cinta untuk James, dan untuk itu, saya dan putra saya berterima kasih kepada Anda. Saya tahu James akan menghargainya.

Anda akan melihat banyak dari kami tidak mengenakan pakaian hitam atau putih. Sebaliknya, Anda melihat banyak warna merah, ungu, oranye, dan biru—warna favorit James. Itu karena kami ingin hari yang sangat berat ini terasa sedikit lebih ringan dan meriah.

Bagikan
Artikel Terkait
Pemakaman James F. Sundah sedang berlangsung di New York. Upacara itu berlangsung dua jam, berarti selesai pukul 06.00 pagi ini.
Catatan Dahlan Iskan

Life Wife

Lia sudah menyelesaikan naskah eulogy untuk James itu tapi masih dia pikir...

Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bukan

Rasanya baru Mardani, anggota DPR yang punya forum zoom seperti itu. Mardani...

Catatan Dahlan Iskan

James Freddy Sundah

James juga mengisi waktu dengan menonton TV: mengikuti perkembangan politik Indonesia. Pengetahuannya...

Catatan Dahlan Iskan

MBG

Ketika angka pertumbuhan ekonomi itu diumumkan, saya lebih memperhatikan mimik Menkeu Purbaya...