Merespons kegaduhan yang timbul, KH Usman Ridho akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Beliau menjelaskan bahwa kejadian tersebut sebenarnya merupakan bagian dari dinamika komunikasi dalam pengajian yang akrab. Beliau mengaku tidak memiliki maksud untuk merendahkan pihak mana pun, termasuk para pemusik tersebut.
Meskipun sudah memberikan klarifikasi, KH Usman Ridho berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih bijak dalam menempatkan humor dalam acara-acara keagamaan. Pihak penyelenggara acara di Desa Kemiri juga dikabarkan telah menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.