finnews.id – Aktivitas perjalanan Commuter Line di lintas Daru – Parung Panjang sempat mengalami gangguan pada Jumat dini hari, setelah perangkat sinyal perkeretaapian dicuri oleh orang tak dikenal.
Insiden tersebut membuat sistem pendeteksi perjalanan kereta terganggu, sehingga memicu keterlambatan sejumlah perjalanan KRL.
PT KAI Daop 1 Jakarta mengungkapkan pencurian terjadi di tiga titik berbeda pada jalur Daru–Parung Panjang, tepatnya di area Km 50+5/6.
Perangkat yang hilang merupakan kabel counting head axle counter, komponen penting dalam sistem keselamatan kereta api yang berfungsi mendeteksi keberadaan rangkaian kereta di rel.
Laporan awal gangguan, diterima petugas sekitar pukul 01.38 WIB dari Stasiun Daru. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, ditemukan enam zona perangkat axle counter terdampak akibat aksi pencurian tersebut.
Akibat kerusakan perangkat sinyal itu, operasional Commuter Line sempat terganggu. Sedikitnya delapan perjalanan kereta mengalami keterlambatan dengan total akumulasi gangguan mencapai 28 menit.
Tim teknis KAI langsung diterjunkan untuk melakukan perbaikan dan penggantian perangkat yang hilang.
Setelah proses penanganan berlangsung beberapa jam, sistem akhirnya kembali normal sekitar pukul 07.05 WIB.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menegaskan, aksi vandalisme terhadap fasilitas kereta bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan.
“KAI terus meningkatkan pengamanan aset perkeretaapian melalui patroli rutin dan koordinasi dengan aparat kewilayahan. Namun keselamatan perjalanan kereta api juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Franoto Wibowo.
KAI juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas perkeretaapian dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.
Menurut perusahaan, keamanan perjalanan kereta membutuhkan dukungan semua pihak, bukan hanya petugas di lapangan.