Didik mengatakan, Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain khususnya negara maju. Ketertinggalan dalam bidang ekonomi dan peradaban salah satunya bisa disebabkan karena ketertinggalan di bidang pendidikan.
“Ciri negara maju memiliki lebih 1 persen dari total penduduknya doktor. Mengapa harus doktor? Untuk mendorong inovasi dan daya saing ekonomi. Doktor bukan sekadar akademisi, tetapi Peneliti di industri (R&D), policy designer di pemerintah, dan juga konsultan strategis. Negara dengan banyak doktor cenderung tinggi belanja R&D, tinggi produktivitas dan cepat adaptasi teknologi,” katan Didik.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof Dr Ahmad Badawi Saluy mengatakan, kehadiran tokoh nasional dan bisnis seperti Dahlan Iskan akan memperkaya khasanah civitas akademika di kampus dengan pengalaman-pengalaman empiris. “Karena ilmu manajemen itu pada akhirnya diterapkan dalam dunia bisnis dan pemerintahan,” kata Badawi.