“Likuiditas tipis dan orang-orang cemas setelah kemarin sehingga ada kerentanan terhadap volatilitas pada dolar/yen,” kata Jeremy Stretch.
Stretch juga menambahkan bahwa kondisi pasar saat ini sangat sensitif terhadap berbagai sinyal intervensi.
“Setiap kali kita melihat pergerakan substansial pada yen, akan ada pertanyaan tentang apa yang mendorong hal ini mengingat peringatan yang telah kita terima,” jelasnya lebih lanjut.
Kesenjangan yang terlampau lebar antara suku bunga Amerika Serikat dan Jepang menjadi pemicu utama ketegangan ini.
Ditambah lagi dengan penurunan volume perdagangan yang diperkirakan menjelang hari libur, para pejabat Jepang kini terus bersiaga penuh untuk mengantisipasi adanya serangan spekulatif yang agresif di pasar keuangan.