-
Teknologi Belum Terbukti: Proyek pemukiman di Mars dan orbital data center masih bergantung pada teknologi yang belum teruji secara komersial.
-
Masalah Operasional: Adanya catatan mengenai cedera di tempat kerja, tuntutan hukum, dan tantangan geopolitik.
-
Persaingan AI: Anggaran pengembangan AI SpaceX saat ini masih jauh di bawah pesaing utamanya.
Mengapa Investor Tetap Percaya?
Meski banyak yang menganggap visi Musk “gila”, dukungan dari lembaga besar seperti Fidelity Investments dan Founders Fund tidak goyah. Mereka melihat rekam jejak Musk yang berhasil mengubah skeptisisme menjadi kenyataan pada Tesla dan roket reusable.
Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki, menjelaskan bahwa banyak investor rela mengesampingkan analisis fundamental konvensional karena tidak ingin kehilangan momentum (FOMO). Ada persepsi kuat bahwa jika Musk bisa membangun Tesla dari nol hingga bernilai triliun dolar, dia bisa melakukannya lagi pada SpaceX.
“Saya selalu berpikir dia gila,” kata Walter Isaacson, penulis biografi Musk. “Tetapi bahaya bertaruh melawannya adalah dia akhirnya menjadi gila seperti rubah dan berhasil menyelesaikan sesuatu.”
Kini, dunia menunggu apakah langkah IPO ini akan benar-benar membawa manusia menjadi peradaban penjelajah bintang, atau sekadar menjadi pertaruhan finansial terbesar di abad ini.