Home Emas Harga Emas Tahan di Level Tinggi, Pasar Menahan Napas Tunggu Sinyal Powell dan Memanasnya Konflik Iran
Emas

Harga Emas Tahan di Level Tinggi, Pasar Menahan Napas Tunggu Sinyal Powell dan Memanasnya Konflik Iran

Bagikan
Harga emas stabil di tengah konflik Iran dan lonjakan minyak. Pasar kini menunggu sinyal Jerome Powell yang bisa menentukan arah berikutnya.
Ilustrasi - Emas Batangan
Bagikan

Situasi makin panas setelah harga minyak Brent bertahan di atas US$110 per barel. Pasar merespons laporan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang blokade terhadap pelabuhan Iran.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan energi berkepanjangan, sekaligus memperbesar risiko tekanan inflasi global.

Bagi pasar emas, ini menciptakan tarik menarik yang rumit. Di satu sisi, gejolak geopolitik biasanya mendukung emas. Namun di sisi lain, lonjakan inflasi dapat mendorong suku bunga tinggi bertahan lebih lama, yang justru menekan emas.

Prospek Emas Dinilai Masih Menarik Meski Rapuh Jangka Pendek

Meski pergerakan jangka pendek dinilai rapuh, prospek emas belum kehilangan pamor.

Standard Chartered menilai logam mulia masih berpotensi menguji kembali level tertinggi dalam beberapa bulan ke depan, ditopang ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan, serta risiko struktural global.

Artinya, meski saat ini emas cenderung menunggu katalis, banyak pelaku pasar masih melihat ruang kenaikan terbuka.

Perak Bersinar, Platinum dan Paladium Melemah

Di tengah pergerakan emas yang datar, logam mulia lain justru menunjukkan arah berbeda.

Harga perak spot melonjak 1 persen ke US$73,82 per ons, menjadi salah satu yang paling menonjol pada sesi ini.

Sebaliknya, platinum turun 0,3 persen ke US$1.933,75 per ons, sementara paladium melemah 0,2 persen ke US$1.457,39 per ons.

Pergerakan variatif ini menegaskan pasar logam mulia sedang bergerak selektif, menunggu kepastian arah dari kombinasi geopolitik dan kebijakan bank sentral.

Pasar Juga Pantau ECB, Bank of England dan Bank of Canada

Bukan hanya The Fed yang menjadi perhatian. Investor juga mencermati keputusan sejumlah bank sentral besar lainnya pekan ini, termasuk European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Canada.

Keputusan mereka berpotensi membentuk ulang ekspektasi suku bunga global, yang otomatis berpengaruh terhadap pergerakan emas dan aset berisiko lainnya.

Dengan banyaknya faktor besar yang berkumpul dalam satu waktu, pasar emas kini bukan hanya menunggu keputusan, tetapi menunggu arah dunia.

Harga Emas Stabil, Tapi Risiko Masih Tinggi

Stabilnya harga emas siang ini belum tentu mencerminkan pasar tenang. Justru di balik pergerakan tipis, investor sedang mengantisipasi risiko besar.

Bagikan
Artikel Terkait
Emas

Harga Emas Hari Ini: Antam Melonjak, UBS dan Galeri24 Justru Kompak Melemah

1. Harga Emas Antam (Naik) Antam menjadi satu-satunya jenama yang menghijau pada...

Emas

Harga Emas Antam Selasa 28 April Naik ke Rp2.814.000 per Gram

Emas 25 gram: Rp68.962.000 Emas 50 gram: Rp137.845.000 Emas 100 gram: Rp275.612.000...

Proyeksi harga emas 2026 naik ke rekor baru didorong bank sentral, geopolitik dan ketidakpastian global, meski risiko koreksi masih membayangi.
Emas

Harga Emas 2026 Diproyeksi Tembus Rekor Baru, Bank Sentral Jadi Mesin Pendorong Utama

Setelah itu, harga justru terkoreksi sekitar 11% usai serangan Amerika Serikat dan...

Harga emas turun saat konflik AS-Iran dan lonjakan minyak memicu kekhawatiran inflasi. Investor menanti sinyal The Fed dan arah suku bunga global.
Emas

Harga Emas Tergelincir Saat Perang Memanas, Sinyal The Fed Bikin Investor Siaga Penuh

Di tengah inflasi yang disebut mencapai dua kali lipat target, ruang The...