Sentimen mendatar ini menyusul pergerakan bursa global yang cenderung lesu pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (24/4), bursa saham Eropa kompak mendarat di zona merah. Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,75 persen, diikuti pelemahan CAC Prancis sebesar 0,84 persen.
Di sisi lain, Wall Street menunjukkan hasil variatif. Indeks Dow Jones melemah tipis 0,16 persen, namun Nasdaq berhasil melonjak 1,63 persen.
Kondisi domestik sendiri masih tertekan setelah IHSG ambruk 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada penutupan pekan lalu. Pelemahan ini juga menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang turun 3,51 persen ke level 690,76. Investor kini berharap IHSG mampu bertahan di atas level dukungan psikologis untuk menghindari aksi jual lebih lanjut.