Kondisi ini juga memperlihatkan tidak semua saham bergerak searah dengan IHSG. Saat indeks melemah, peluang cuan tetap muncul di sektor atau emiten tertentu yang mengalami lonjakan permintaan.

Bukan Semua Untung, Ini Daftar Saham yang Bikin Investor Tekor

Di balik euforia top gainers, pekan ini juga menyisakan daftar top losers yang menyakitkan.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu yang paling tertekan setelah ambles 37,85% ke Rp2.020 dari Rp3.250.

PT Ifishdeco Tbk (IFSH) juga terpukul dalam, anjlok 32,79% menjadi Rp2.050 dari Rp3.050.

Tekanan besar juga menghantam PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 30,26% ke Rp4.620. Sementara PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) terpangkas 28,36% menjadi Rp1.705.

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) ikut tergelincir 19,57% ke Rp1.130.

Daftar saham yang menekan portofolio investor berlanjut dengan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun 18,97%, PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) melemah 18,88%, serta PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) yang turun 18,11%.

Sementara itu PT MD Entertainment Tbk (FILM) jatuh 17,95%, nyaris selevel dengan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang turun 17,93%.

Volatilitas Tinggi Buka Peluang Sekaligus Risiko

Pergerakan ekstrem antara top gainers dan top losers memperlihatkan volatilitas pasar yang tinggi. Dalam kondisi seperti ini, peluang besar bisa muncul, tetapi risiko juga sama besarnya.

Lonjakan saham hingga 94% di satu sisi menunjukkan peluang trading agresif, tetapi kejatuhan saham-saham lain juga mengingatkan pasar bahwa koreksi tajam bisa terjadi sewaktu-waktu.

IHSG Terkoreksi, Tapi Cerita Pasar Tidak Selalu Suram

Pekan ini menjadi bukti bahwa ketika IHSG berdarah, cerita pasar belum tentu sepenuhnya negatif.

Di tengah tekanan indeks dan penyusutan kapitalisasi pasar ratusan triliun rupiah, sejumlah emiten justru memberi cuan besar bagi investor yang berada di posisi tepat.

Fenomena ini mempertegas satu hal: saat pasar bergejolak, peluang sering muncul justru ketika banyak pelaku pasar sedang takut.