Home Market Ini Dampak Penerapan Strategi DMO Minyak Goreng pada Harga di Pasaran
Market

Ini Dampak Penerapan Strategi DMO Minyak Goreng pada Harga di Pasaran

Bagikan
Bagikan

Lonjakan harga plastik menjadi tantangan baru bagi stabilitas harga minyak goreng, termasuk MinyaKita. Pemerintah dihadapkan pada pilihan apakah akan menyesuaikan HET atau tetap mempertahankannya.

“Ke depan, stabilitas harga MinyaKita sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam mengakomodasi kenaikan biaya kemasan,” jelas Tungkot.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah masih memiliki sejumlah instrumen kebijakan seperti bea keluar (duty) dan pungutan ekspor (levy).

Langkah ini dinilai mampu melindungi konsumen dan industri pangan, setidaknya dalam jangka pendek.

Konsumen Indonesia Jadi Fokus Utama

Sebagai produsen sekaligus konsumen minyak goreng sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas harga. Sekitar 280 juta penduduk Indonesia bergantung pada minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan strategi DMO yang semakin efektif, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

Dengan adanya pembatasan, diharapkan beras bersubsidi dapat dinikmati lebih merata oleh masyarakat,...

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Market

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual

DSSA turun 10,22%. FILM merosot 10,04%. PTRO melemah 9,31%. ENRG turun 9,09%....

AMRT dan MAPI diproyeksi solid pada kuartal I-2026, sementara ACES berisiko di bawah ekspektasi. Harga minyak jadi ancaman baru sektor ritel.
Market

Saham Ritel Berpotensi Bergerak, Kinerja AMRT dan MAPI Diprediksi Solid, ACES Justru di Bawah Ekspektasi

Tekanan itu makin terasa karena belum ada kenaikan harga sebelumnya. Baru pada...

Rupiah masih tertekan dekat rekor terendah, sementara IHSG ambruk 5,5% sepekan saat mayoritas pasar Asia emerging market melemah.
Market

Rupiah Tertahan di Zona Rentan, IHSG Ambruk 5,5 Persen Sepekan saat Pasar Asia Emerging Market Tertekan

Galvin Chia dari Societe Generale menilai mata uang negara yang sangat bergantung...