finnews.id – Kabar gembira buat kamu para pemburu cuan di pasar modal! Raksasa perbankan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) baru saja merilis laporan keuangan Kuartal I-2026 (1Q26) yang bikin mata terbelalak. Di saat analis memperkirakan pertumbuhan bakal melambat, “Bank Pita Emas” ini justru tancap gas dengan laba bersih mencapai Rp15,4 triliun! Angka ini tumbuh perkasa 17% secara tahunan (yoy), jauh melampaui ekspektasi konsensus pasar.
Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Bank Mandiri membuktikan ketangguhannya melalui pendapatan bunga bersih (NII) yang solid dan efisiensi biaya kredit (CoC) yang sangat terjaga. Jadi, kalau kamu masih ragu buat investasi di sektor perbankan, data terbaru BMRI ini mungkin bisa jadi alasan kuat untuk segera ambil posisi sebelum harga makin terbang tinggi.
Pertumbuhan Kredit Gila-Gilaan: Sektor Korporasi Jadi Mesin Utama
Apa sih rahasia di balik laba yang melejit ini? Ternyata, Bank Mandiri sangat agresif dalam menyalurkan kredit. Hingga Maret 2026, penyaluran pinjaman tumbuh 16% (yoy), mencapai angka yang fantastis. Kamu perlu tahu, angka ini jauh di atas target awal perusahaan yang hanya dipatok di kisaran 7-9%. Sektor korporasi menjadi pendorong utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 29% (yoy), disusul oleh segmen komersial yang tumbuh 13%.
Meskipun segmen konsumer dan mikro bergerak agak santai masing-masing di level 2% dan 3%, kekuatan di sektor grosir (wholesale) sudah lebih dari cukup untuk mengamankan performa perusahaan. Hal ini menunjukkan kalau Bank Mandiri sangat piawai menggarap proyek-proyek besar yang produktif dan berkelanjutan.
Kualitas Aset Makin Kinclong, Risiko Kredit Terjun Bebas
Investasi di bank bukan cuma soal seberapa besar mereka kasih pinjaman, tapi seberapa aman uang tersebut kembali. Nah, di sini Bank Mandiri pamer kehebatan. Rasio pinjaman berisiko atau Loan at Risk (LAR) membaik drastis ke level 6,0% dibandingkan tahun lalu yang masih di angka 7,2%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap stabil dan sangat rendah di posisi 1,0%.