Tantangan Tarif Tol dan Keselamatan Awak Kapal
Namun, perjalanan melintasi Hormuz bukannya tanpa hambatan biaya. Teheran kini berupaya memperketat kendali dengan memberlakukan tarif tol yang bekerja sama dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Karena entitas ini terkena sanksi, perusahaan Barat tentu tidak bisa melakukan transaksi tersebut.
Selain biaya tol, Premi Risiko Perang Lanjutan juga diprediksi melonjak dalam jangka pendek. Andrew Jamieson dari Clearlake (divisi pelayaran Gunvor) menyoroti faktor manusia, yakni para awak kapal yang mungkin merasa terancam keselamatannya.
“Jika awak kapal Anda tidak ingin pergi, mereka tidak perlu pergi jika mereka merasa tidak aman,” ujar Andrew Jamieson.
Fleksibilitas Armada Global
Meskipun banyak kapal telah meninggalkan Timur Tengah untuk mencari bisnis di Cekungan Atlantik karena tarif pengiriman yang lebih menggiurkan, armada pelayaran global tetap bisa bereaksi cepat.
Kepala Komersial Clarkson, Roger Horton, menilai pembukaan kembali Hormuz akan langsung memicu pergerakan armada kembali ke jalur tersebut.
Situasi di Selat Hormuz ini menjadi pengingat betapa rapuhnya jalur logistik energi dunia. Bagi Anda yang memantau pergerakan harga komoditas, keberanian kapal-kapal Asia ini bisa menjadi sinyal awal mulai pulihnya distribusi energi global, meskipun ketegangan geopolitik masih membayangi.