Risiko:
Produk saham dan derivatif memiliki volatilitas tinggi. Penggunaan leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian.

2. BNI Sekuritas Mobile (BIONS)

Platform dari BNI Sekuritas ini menawarkan ekosistem investasi terintegrasi untuk saham dan reksa dana.

Keunggulan:

  • Akses penuh ke saham Bursa Efek Indonesia
  • Trading via mobile, web, dan desktop
  • Fitur auto order dan limit order

Risiko:
Fluktuasi harga saham dan reksa dana, serta biaya transaksi dan pajak.

3. Growin’ by Mandiri Sekuritas

Aplikasi ini menawarkan pengalaman trading modern dengan integrasi ke ekosistem Mandiri.

Keunggulan:

  • Trading saham Indonesia, reksa dana, dan obligasi
  • Fitur Trade Now, Pay Later hingga 2,8× dana
  • Data pasar real-time dan tampilan profesional

Risiko:
Penggunaan margin meningkatkan risiko finansial jika pasar bergerak berlawanan.

4. IPOT

Platform dari Indo Premier Sekuritas ini dikenal dengan fitur otomatisasi trading.

Keunggulan:

  • RoboTrading untuk eksekusi otomatis
  • Tools lengkap: charting, indikator, auto order
  • Dukungan saham, ETF, reksa dana, dan obligasi

Risiko:
Risiko pasar dan suku bunga tetap harus diperhatikan, terutama pada instrumen obligasi.

5. BCAS Mobile

Platform ini cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan kemudahan transaksi.

Keunggulan:

  • Saham Indonesia, obligasi, dan reksa dana
  • Fitur Stop Loss & Take Profit otomatis
  • Data pasar real-time

Risiko:
Fluktuasi harga saham dan risiko kredit pada obligasi.

Cara Memulai Investasi Saham untuk Pemula

Bagi investor baru, berikut langkah praktis memulai investasi:

  1. Pilih aplikasi resmi
  2. Gunakan platform yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan dan memiliki standar keamanan tinggi.
  3. Registrasi & verifikasi (KYC)
  4. Lengkapi data diri dan verifikasi identitas.
  5. Pelajari dasar investasi
  6. Pahami konsep risiko, diversifikasi, dan return.
  7. Mulai dengan dana kecil
  8. Banyak aplikasi memungkinkan investasi mulai Rp10 ribu.
  9. Pilih saham berkualitas
  10. Fokus pada saham global seperti Apple, NVIDIA, dan Alphabet Inc..
  11. Analisis sebelum beli
  12. Gunakan data, berita, dan indikator teknikal.
  13. Pantau portofolio secara berkala
  14. Evaluasi performa dan sesuaikan strategi.

Dengan proyeksi kenaikan S&P 500 hingga 12% di 2026, peluang investasi di pasar saham global semakin terbuka lebar.