Ketidakpastian Pasokan di Selat Hormuz

Meski saat ini harga sedang turun, masa depan pasar energi masih dibayangi ketidakpastian. Iran baru-baru ini mengutuk AS atas dugaan serangan terhadap kapal komersial Touska. Insiden ini menimbulkan keraguan apakah kesepakatan damai akan bertahan lama.

Saat ini, AS masih mempertahankan blokade pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran kembali memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz, jalur krusial yang mengangkut seperlima pasokan minyak bumi dan gas alam cair (LNG) dunia.

Jika gangguan di jalur strategis ini berlanjut hingga satu bulan ke depan, analis dari Citi memprediksi harga minyak bisa melonjak kembali mendekati US$110 per barel pada kuartal kedua tahun 2026.