Statistik perdagangan pagi ini memperlihatkan kondisi pasar yang kurang bergairah. Sebanyak 315 emiten terjerembap di zona merah, sementara 415 saham lainnya stagnan tak bergerak. Hanya 229 emiten yang mencoba melawan arus dengan menguat. Nilai transaksi yang terkumpul mencapai Rp1,39 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 206,6 ribu kali. Meski beberapa sektor seperti transportasi dan teknologi mencoba bertahan dengan kenaikan masing-masing 2,32 persen dan 1,04 persen, beban dari sektor energi yang ambles 1,73 persen tetap menyeret IHSG ke bawah.
Sektor Energi dan Keuangan Paling Menderita
Sektor energi menjadi pecundang terbesar pada perdagangan pagi ini dengan pelemahan 1,73 persen ke level 4.055. Hal ini cukup ironis mengingat harga minyak sedang melonjak, namun ketidakpastian pasokan justru menciptakan ketakutan di pasar. Sektor keuangan juga belum menunjukkan performa terbaiknya setelah terkoreksi 0,48 persen.
Di sisi lain, sektor transportasi justru terbang 2,32 persen. Nampaknya, ada pergerakan spesifik pada saham-saham logistik atau perhubungan yang mencoba memanfaatkan momentum di tengah kekacauan ini. Namun, secara keseluruhan, atmosfer bursa hari ini masih sangat mendung bagi mayoritas investor ritel.
Rekomendasi Saham Hari Ini: ADRO, HRTA, dan DEWA
Meskipun pasar sedang bergejolak, bukan berarti tidak ada peluang untuk mencari cuan. Di tengah badai IHSG hari ini, pengamat pasar menyarankan untuk melirik beberapa saham yang masih memiliki potensi teknikal yang menarik. Berdasarkan analisis Hari Rachmansyah, berikut adalah tiga saham pilihan yang patut masuk radar pantauan Anda:
- ADRO (Adaro Energy): Beli dengan area masuk di level 2.530. Target keuntungan berada di 2.700, namun tetap waspada dengan batas stop loss di 2.450.
- HRTA (Hartadinata Abadi): Masuk di level 2.880 dengan target harga mencapai 3.150. Pastikan batasi risiko di level 2.770.
- DEWA (Darma Henwa): Rekomendasi beli di level 550 dengan target kenaikan ke 615 dan stop loss di level 520.
Tetap ingat bahwa kondisi pasar saat ini sangat dinamis. Pastikan Anda melakukan manajemen risiko yang ketat karena sentimen geopolitik bisa berubah sewaktu-waktu. Selalu pantau perkembangan berita dari Washington dan Teheran, karena itulah kunci pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan. (*)