Perbedaan arah pergerakan di berbagai bursa internasional ini membingungkan pelaku pasar, namun kecenderungan harga di Chicago seringkali menjadi kompas utama bagi harga CPO global. Meskipun demikian, pelemahan nilai tukar Ringgit sebesar 0,03% terhadap dolar AS sedikit membantu menahan kejatuhan lebih dalam. Mata uang Ringgit yang lebih murah membuat harga sawit menjadi lebih terjangkau bagi para importir asing yang memegang dolar.
Proyeksi Biodiesel Malaysia dan Analisis Teknikal
Di tengah gempuran tren negatif, ada kabar positif dari sisi konsumsi domestik. Malaysian Palm Oil Board memproyeksikan peningkatan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia hingga lebih dari 300.000 metrik ton per tahun. Langkah ini mengikuti jejak Indonesia dalam memperkuat mandat pencampuran bahan bakar nabati guna menekan ketergantungan pada impor energi fosil.
Bagaimana prospek harga ke depan? Analis Reuters Wang Tao memberikan pandangan teknikal yang menarik. Meskipun saat ini melemah, harga minyak sawit memiliki potensi besar untuk menembus level resistance di 4.517 ringgit per metrik ton. Jika level tersebut berhasil ditembus, harga diprediksi bisa rebound dan merangkak naik menuju kisaran 4.566 hingga 4.584 ringgit dalam waktu dekat. (*)