Kondisi yang kontradiktif ini membuat analis memprediksi bahwa IHSG kemungkinan besar akan mengalami fase konsolidasi dalam waktu dekat. Phintraco mematok level resistance di angka 7.700 dan level support di 7.550. Artinya, jika indeks mampu menembus angka 7.700, peluang untuk terbang lebih tinggi akan semakin terbuka lebar.
MNC Sekuritas juga memberikan pandangan serupa. Mereka memperkirakan IHSG saat ini sedang menguji area resistance di rentang 7.786 hingga 7.843. Namun, tetap waspadai area koreksi terdekat yang berada di kisaran 7.457-7.578. Jangan sampai Anda terjebak dalam aksi ambil untung mendadak!
Sentimen Global: Waspada Peringkat Utang RI dan Risiko Timur Tengah
Sobat investor, Anda tetap harus memperhatikan awan mendung dari sisi eksternal. S&P Global Ratings baru-baru ini mengeluarkan peringatan bahwa peringkat utang Indonesia paling rentan terkena dampak jika konflik di Timur Tengah berlanjut dalam waktu lama. Lonjakan harga energi dunia berpotensi membengkakkan biaya subsidi dan menekan anggaran belanja negara kita.
Impor minyak yang lebih mahal juga berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia. Percepatan inflasi global bisa mendorong kenaikan suku bunga yang ujung-ujungnya akan meningkatkan biaya pinjaman pemerintah. Ketidakpastian geopolitik ini menjadi faktor kunci yang harus Anda pantau selain pergerakan harga saham di layar monitor.
Kabar Baik Domestik: Penerbitan Obligasi Korporasi Melejit 26,97%
Meskipun ada tekanan global, angin segar datang dari pasar surat utang dalam negeri. Pefindo mencatat penerbitan obligasi korporasi sepanjang kuartal pertama 2026 tumbuh pesat 26,97% secara tahunan (YoY) menjadi Rp59,35 triliun. Banyak perusahaan yang memanfaatkan momentum yield rendah di awal tahun untuk meraup pendanaan.
Kenaikan jumlah penerbitan obligasi ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih optimis melakukan ekspansi. Pendanaan di pasar surat utang yang melampaui nilai jatuh tempo ini memberikan sinyal bahwa likuiditas di pasar modal kita masih cukup terjaga di tengah fluktuasi indeks. (*)