Selain Chatib Basri, nama besar seperti Muliaman Darmansyah Hadad dan Sri Indrastuti Hadiputranto juga tetap menghiasi daftar. Astra juga mendatangkan tenaga ahli internasional dengan mengusulkan Pariya Tangtongpairot dari Toyota Motor Asia dan Benjamin William Keswick selaku Executive Chairman Jardine Matheson. Formasi ini jelas menunjukkan ambisi Astra untuk tetap mempertahankan standar tata kelola perusahaan kelas dunia.
Siap-Siap! Dividen Rp292 per Saham Segera Cair Mei 2026
Ini dia berita yang paling bikin “fomo” para pemburu dividen! Sejalan dengan capaian laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 yang menembus Rp32,76 triliun, Astra mengusulkan total dividen tunai sebesar Rp390 per saham. Jika Anda sudah menerima dividen interim sebesar Rp98 per saham pada Oktober lalu, maka Anda berhak mendapatkan sisa dividen sebesar Rp292 per saham.
Rencananya, sisa dividen manis ini akan mendarat di rekening pemegang saham pada Mei 2026 setelah mendapat restu RUPST. Dengan tingkat imbal hasil (yield) yang menarik, saham ASII diprediksi akan tetap menjadi primadona bagi investor pemburu passive income di tengah fluktuasi indeks.
Remunerasi dan Honorarium Dewan Komisaris
Sebagai bagian dari keterbukaan, Astra juga mengusulkan penetapan total honorarium untuk jajaran Dewan Komisaris maksimal sebesar Rp2,16 miliar per bulan secara bruto. Besaran ini akan berlaku mulai penutupan RUPST April 2026 hingga RUPST tahun depan. Investasi besar pada pimpinan perusahaan ini diharapkan berbanding lurus dengan pertumbuhan performa Astra ke depan. (*)