Si Sela adalah seorang pekerja kantoran yang tampak dewasa dan terstruktur, sementara Si Sela merupakan mahasiswi yang energik dan penuh rasa ingin tahu. Akupun melakukan pertemuan pertama dengan Si Sela di sebuah gang dekat pusat kota.

“Kesan pertamanya agak kagok, tapi dia tampak berani menemui orang asing,” ujarnya.

Sela orangnya menarik, dia terbuka untuk berkomunikasi sehingga kita tidak kehabisan cerita. Selain itu dia berparas wajah Sunda yang ayu dengan hijab yang menutup kepalanya serta pakaiannya seperti wanita karier yang memakai kemeja dan celana jeans.

Saat itu kita bertemu di sebuah kedai kopi populer di Garut bernama Coffee Balong. Tempatnya cukup menyejukan dengan pemandangan alam yang memukau, lengkap dengan hamparan danau yang menyejukkan. Situasi semakin sejuk ketika melihat senyuman Sela yang sambil mengaduk kopi pesanannya.

Malam itu terasa panjang kita bertukar cerita tentang kehidupan Jakarta dan dinamika warga lokal Garut, sebelum akhirnya saya mengantar wanita cantik ini kembali ke rumah nya yang saya turunkan depan gang. Setelah mengantar Sela pulang saya pun bergegas mengeluarkan handphone untuk chattingan dengan si Seli untuk berjumpa besok.

 

Seli yang Hiperaktif

 

Keesokan harinya, Seli yang mengisi agenda pertemuannya, ia mengajak saya sarapan bertemu saat jam sarapan dengan menu kupat tahu legendaris di depan kampusnya. Penampilan Seli berbeda dengan Sela yang pertama kali saya temui. Seli lebih muda dan berpakaian sepertinya mahasiswa yang mengenakan kerudung serta flanel dan celana jeansnya.

Hari itu terasa lebih santai saya menemani Seli untuk menyelesaikan urusan administrasi di kampus sebelum melanjutkan sesi ngobrol di kafe kekinian.

“Si Seli ini lebih ekspresif, banyak bertanya, dan sangat asyik untuk diajak jalan spontan,” tuturnya.

Namun, seiring matahari terbenam dan waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Seharian bersama Seli membuat diriku jatuh cinta ketimbang dengan si Sela.

“Kalo sama Sela lebih dewasa berbeda dengan Seli yang penuh penasaran, Sampai akhirnya gua masih pengen menginap lagi di Garut dan jalan bareng lagi sama Seli” ungkap Pria asal Pondok Kelapa.