finnews.id – Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak memungut biaya tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah situasi sensitif menjelang rencana negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Trump menyampaikan sikap tegasnya melalui platform Truth Social. Ia menanggapi laporan yang menyebut Iran mulai mengenakan biaya terhadap kapal tanker yang melintasi jalur penting tersebut.
“Ada laporan bahwa Iran memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz — Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan, jika mereka melakukannya, mereka sebaiknya berhenti sekarang!” tulis Trump.
Tidak berhenti di situ, Trump kembali menyinggung kebijakan Iran dalam unggahan terpisah. Ia menilai tindakan tersebut sebagai langkah yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang ada.
“Itu bukan perjanjian yang kita miliki!” tambahnya.
Iran Siapkan Langkah Baru di Selat Hormuz
Di sisi lain, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan memasuki fase baru. Ia juga menyoroti pentingnya pertanggungjawaban atas kerusakan akibat konflik.
“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman,” katanya.
Khamenei menegaskan bahwa Iran akan menempuh jalur hukum dan material untuk menuntut ganti rugi.
“Ia menambahkan bahwa Iran akan “menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka.””
Pernyataan ini memperlihatkan sikap tegas Teheran dalam menghadapi tekanan internasional sekaligus memperkuat posisi mereka dalam negosiasi mendatang.
Negosiasi Iran-AS Segera Digelar
Situasi ini berkembang menjelang pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat yang akan dimediasi oleh Pakistan. Pembicaraan tersebut dijadwalkan mulai Sabtu dan berfokus pada penyusunan rincian kesepakatan potensial.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa negosiasi ini bukan tanda berakhirnya konflik. Pemerintah Iran tetap membuka kemungkinan respons terhadap setiap tindakan agresif.
“Tangan kami berada di pelatuk,” kata Khamenei.
Ia juga memperingatkan bahwa setiap kesalahan dari pihak lawan akan mendapat respons tegas dari Iran.
Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Dunia
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, terutama untuk distribusi energi global. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang memengaruhi akses di kawasan ini berpotensi memicu dampak luas, baik secara ekonomi maupun politik.
Peringatan Trump dan sikap keras Iran menunjukkan bahwa ketegangan belum mereda. Dengan negosiasi yang akan segera dimulai, dunia kini menanti apakah kedua pihak dapat meredakan konflik atau justru memperuncing situasi.