finnews.id – Musisi muda berbakat, Bernadya, tengah memasuki fase baru dalam perjalanan karier bermusiknya di tanah air.
Salah satu perubahan yang paling mencolok, terlihat dari gaya berpakaiannya yang kini tidak lagi didominasi warna hitam seperti sebelumnya.
Selama beberapa tahun terakhir, identitas visual Bernadya memang sangat lekat dengan nuansa gelap, baik di atas panggung maupun di media sosial.
Namun usai perilisan album keduanya, ia memilih untuk menghadirkan tampilan yang lebih segar sebagai bagian dari evolusi artistiknya.
Keputusan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan hasil dari proses pencarian jati diri yang lebih matang.
Ia ingin menyesuaikan tampilan visual dengan arah musik terbaru, yang juga mengalami perubahan suasana dan emosi.
Menariknya, Bernadya mengaku mulai tertarik pada warna hijau yang dianggap lebih merepresentasikan fase barunya di album.
“Dua-duanya sih. Tapi enggak berubah personanya, sama aja… Paling cuman ngubah warna baju tapi mood-nya tetap sedih kata orang,” ungkap Bernadya.
Warna tersebut, dinilai memberikan kesan segar sekaligus mencerminkan perkembangan pribadi dan kreativitasnya. Bahkan, hasil personal color test yang ia jalani turut menguatkan pilihan tersebut.
“Sebenarnya, aku tiba-tiba suka warna hijau. Terus aku datang ke sebuah personal color test itu. Ternyata, warna yang paling cocok di aku tuh hijau juga. Ah, ini bukan kebetulan dong,” ucapnya.
Meski tampil berbeda, ia menegaskan bahwa perubahan ini tidak menghilangkan karakter khasnya.
Menurutnya, yang berubah hanyalah tampilan luar, sementara identitas emosional dalam karya musiknya tetap terasa.
“Jadilah, ‘kayaknya kita udah deh hitam-hitam itu.’ Bosan. Karena akunya berubah, musiknya berubah, semuanya berubah. Jadi, kayak sekaligus aja,” tuturnya.
Transformasi ini sebenarnya sudah mulai diperlihatkan kepada publik, salah satunya saat penampilannya di konser “Babak Penutup: Untungnya, Untungnya”.
Dalam momen tersebut, Bernadya tampil dengan gaya yang lebih berwarna, termasuk potongan rambut yang lebih pendek dan outfit di luar warna hitam.
Pihak labelnya, Juni Records, juga menyebut bahwa perubahan ini merupakan bagian dari strategi menyambut era kedua dalam perjalanan musik Bernadya.
“Udah kita spill juga di (konser) Untungnya, Untungnya, kan? Pertama kali muncul Bernadya… Rambutnya jadi pendek, pakai baju merah marun. Ya, kan? Sebenarnya kita udah nge-spill, tuh, bagian-bagian itu,” kata Boim.
Pemilihan warna baru, khususnya hijau, diharapkan dapat memberi identitas segar sekaligus memperkuat narasi artistik yang ingin disampaikan.
Melalui langkah ini, Bernadya menunjukkan bahwa perubahan gaya bukan sekadar estetika, tetapi juga bentuk refleksi dari perkembangan diri dan eksplorasi kreatif.