Tudingan Perubahan Status dan Ketegangan Baru

Pengacara Palestina Khaled Zabarqa menilai situasi ini menunjukkan adanya agenda lebih besar.

“memanfaatkan perang dengan Iran”

Ia menyebut langkah Israel bertujuan mengubah status Masjid Al-Aqsa.

“Tujuan utamanya adalah untuk mengkonsolidasikan kedaulatan dan administrasi Israel atas Al-Aqsa, sambil mengubah masjid menjadi ruang bersama antara Yahudi dan Muslim menjelang pengakuan resmi area ibadah Yahudi di halamannya,” kata Zabarqa.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait rencana jangka panjang.

“Jelas bagi semua pengamat bahwa Israel serius untuk memajukan proyeknya membangun Kuil Ketiga di reruntuhan Al-Aqsa, bekerja tanpa henti dengan koordinasi penuh di seluruh lembaga politik, peradilan, militer, intelijen, dan kepolisian,” tambahnya.

Kecaman Internasional dan Reaksi Berbagai Pihak

Kementerian urusan agama Palestina menilai tindakan penyerbuan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kesucian tempat ibadah.

“langkah yang sangat berbahaya yang merusak kesucian agama dan spiritual Masjid Al-Aqsa tanpa kehadiran jamaah Muslim”

Kelompok Hamas juga mengecam keras tindakan tersebut.

“mencerminkan semakin dalamnya arogansi pendudukan dan penargetan yang disengaja terhadap kesucian masjid”

Selain itu, sejumlah negara seperti Yordania, Qatar, dan Turki turut menyampaikan kritik terhadap langkah Israel.