Iran Siap Hentikan Operasi Pertahanan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran siap menghentikan “operasi pertahanan” jika serangan terhadap negaranya benar-benar dihentikan.

Selain itu, Iran juga akan memastikan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tetap aman selama masa gencatan senjata berlangsung.

Skeptisisme Muncul di Tengah Euforia

Meski perayaan berlangsung, tidak semua pihak di Iran menyambut kesepakatan ini dengan positif. Sejumlah warga justru menunjukkan kemarahan dan menyalahkan pemerintah karena menerima gencatan senjata.

Para analis menilai ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat masih sangat tinggi di dalam negeri.

“Pesimisme di Iran mungkin lebih besar daripada di tempat lain mana pun karena kami telah diserang dua kali di tengah negosiasi,” kata Foad Izadi, seorang profesor di Universitas Teheran, kepada Al Jazeera.

Ia merujuk pada dua serangan besar, yakni pemboman oleh AS selama perang 12 hari pada Juni serta serangan AS-Israel pada 28 Februari, yang keduanya terjadi saat negosiasi berlangsung.

Konflik Panjang dan Dinamika Baru

Pejabat Iran juga menilai strategi awal AS dan Israel yang bertujuan melemahkan pemerintah Iran tidak berhasil. Mereka menilai konflik selama beberapa minggu terakhir justru menunjukkan kemampuan Iran dalam mempertahankan operasi militer dan bertahan dalam tekanan.

Dengan dimulainya gencatan senjata ini, dunia kini menunggu apakah negosiasi di Pakistan benar-benar mampu menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.