Kisah ini sempat viral hingga diangkat ke layar lebar. Terletak di Jalan Bahureksa, rumah ini memiliki ambulans tua yang konon tidak bisa dipindahkan. Warga setempat sering melaporkan bahwa mesin ambulans menyala sendiri atau kendaraan tersebut tiba-tiba muncul kembali di depan rumah meski sudah dibawa pergi ke bengkel. Bau kembang tujuh rupa yang sering tercium di area ini semakin menambah kental suasana horor bagi para pejalan kaki yang melintas saat malam hari.
3. Rumah Pengabdi Setan di Pangalengan

Berkat kesuksesan film garapan Joko Anwar, rumah tua di kawasan perkebunan PTPN VIII, Pangalengan ini menjadi primadona wisata horor. Bangunan bergaya arsitektur Indische ini memiliki lorong-lorong gelap dan lantai kayu yang berderit setiap kali Anda melangkah. Banyak pengunjung mengklaim melihat sosok “Ibu” atau mendengar suara lonceng di tengah kabut pegunungan yang tebal. Keangkerannya terasa sangat nyata karena lokasinya yang terpencil dan jauh dari pemukiman padat.
Mengapa Rumah Tua di Jawa Barat Terkesan Mencekam?
Secara psikologis, bangunan tua dengan arsitektur kolonial sering memicu perasaan tidak nyaman karena bentuknya yang besar, langit-langit tinggi, dan kurangnya pencahayaan. Di Jawa Barat, banyak bangunan peninggalan Belanda yang menjadi saksi bisu sejarah kelam masa peperangan. Suasana lembap dan rimbunnya pepohonan di sekitarnya menciptakan lingkungan sempurna bagi otak kita untuk berimajinasi tentang hal-hal supranatural.
Selain faktor visual, kekuatan tutur kata atau word of mouth dari mulut ke mulut memperkuat status angker sebuah hunian. Cerita tentang penampakan noni Belanda atau suara tangisan di tengah malam menjadi bumbu yang membuat masyarakat semakin penasaran. Namun, bagi Anda yang ingin mencari solusi dari rasa takut, kuncinya adalah memahami sejarah bangunan tersebut secara logis dan menjaga sopan santun saat berada di lokasi yang dikeramatkan.
Wisata Horor: Peluang Bisnis Baru yang Menjanjikan?
Fenomena rumah angker Jawa Barat ternyata memberikan dampak positif bagi pariwisata daerah. Lokasi-lokasi seperti rumah di Pangalengan kini dikelola secara profesional untuk menjadi tempat foto dan eksplorasi. Wisatawan dari luar kota berbondong-bondong datang hanya untuk merasakan sensasi merinding yang tidak mereka dapatkan di mall atau cafe kekinian. Ini menunjukkan bahwa rasa takut pun bisa menjadi komoditas menarik di era digital.