Catatan Dahlan Iskan

Kompor Oracle

Bagikan
Bagikan

Meski punya satelit, Iran tidak mengandalkan Nahid-2 untuk membangun cloud-nya. Tidak aman. Iran lebih mengandalkan kapasitas besar cloud-nya lewat jaringan fiber optic.

Iran ternyata sudah punya jaringan fiber optic puluhan ribu kilometer. Sampai ke tingkat desa. Khusus di perkotaan jaringan fiber optic-nya sudah mencapai 90 persen.

Fiber optic itu bikinan dalam negeri. Sebagai negara yang diisolasi Amerika selama hampir 50 tahun, ternyata Iran berhasil mengembangkan teknologi fiber optic sendiri.

Maka cloud milik Iran berbasis jaringan darat. Lebih aman. Bisa dikendalikan sendiri. Iran membangun ribuan server sehingga ketika disatukan oleh jaringan fiber optic menjadi sangat besar.

Pun Amerika ternyata tidak mengandalkan satelit untuk perang ini. Yang lebih diandalkan adalah jaringan fiber optic. Baik di darat maupun yang ditanam di dasar laut. Kecepatan aliran datanya lebih tinggi daripada satelit –yang kadang delay-nya sangat mengganggu perhitungan yang sangat presisi.

Tentu kapasitas cloud di empat perusahaan Amerika itu tak terkirakan besarnya. Anda hanya mengenal ukuran MB atau GB. Di cloud mereka sudah tidak mengenal MB dan GB. Bahkan TB pun dianggap kecil. Terabyte tidak berarti. Satuan ukuran cloud mereka adalah EB (Exabyte).

Untuk bisa membayangkan besarnya EB mudah saja: satu film cerita itu ukurannya 4 GB. Maka kalau Anda punya paket pulsa di HP Anda satu EB sama dengan Anda bisa menyimpan sebanyak 250 juta film di HP Anda. Anda pun akan bisa menonton film lewat HP selama 400.000 tahun.

Tentu Tiongkok tahu betapa strategis ternyata peran perusahaan teknologi informasi dalam perang. Tentu Tiongkok tidak mau Alibaba akan jadi milik asing atau dikuasai oleh asing. Tiongkok tahu, kelak, Alibaba adalah salah satu senjata yang sangat penting. Dan Huawei.

Untung kita tidak punya musuh sehingga tidak memiliki semua itu tidak dianggap lemah. Yang penting ibu-ibu jangan sampai lupa: setelah selesai masak matikanlah kompor. (Dahlan Iskan)

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Dor! Dor!

Presiden Soeharto mengubah asas ekonomi menjadi tanpa nama. Tapi Anda tahu: praktik...

Catatan Dahlan Iskan

Rujak Ambon

  Tiba di kantor Cantika kami bisa pilih kursi. Ada tiga pilihan:...

Catatan Dahlan Iskan

Kenari Tua

  “Sejuta umat” yang terbukti laris hanya di mobil Avanza. Itulah merek...

Catatan Dahlan Iskan

Rumah Pala

  Kami terus memasuki kebun pala lebih ke dalam. Ini lagi musim...