finnews.id – Perubahan fisik yang dialami oleh Vicky Shu belakangan ini menjadi perhatian publik, terlebih kini terlihat jauh lebih langsing dibanding sebelumnya.
Tak sedikit yang menduga bahwa ia menjalani prosedur medis seperti operasi potong lambung, demi mendapatkan tubuh ideal.
Dugaan tersebut ramai dibicarakan di media sosial, bahkan sebagian orang mempertanyakan metode diet yang ia jalani selama ini.
Menanggapi kabar tersebut, Vicky Shu memberikan klarifikasi secara langsung. Ia menegaskan, dirinya tidak pernah menjalani operasi untuk menurunkan berat badan.
“Gak potong lambung, gak berani haha. Cuma sudah niat saja pas tahun baru berat aku 76,7 kg langsung call dokter Dama yang dulu memang aku habis lahiran pernah turun sampai 30 kg,” ungkap Vicky Shu kepada wartawan.
Ia mengaku tidak berani mengambil langkah tersebut, sehingga memilih cara yang lebih alami.
Keputusan untuk menurunkan berat badan mulai ia lakukan sejak awal tahun, saat berat badannya ketika itu mencapai sekitar 76,7 kilogram.
Saat itu, ia juga menyampatkan berkonsultasi dengan dokter yang sebelumnya pernah membantunya menurunkan berat badan pasca melahirkan.
Alih-alih prosedur instan, Vicky Shu memilih menerapkan pola hidup sehat yang konsisten.
Salah satu kebiasaan yang ia lakukan adalah berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Menurutnya, aktivitas sederhana ini memberikan dampak signifikan terhadap penurunan berat badan.
“Itu hanya jalan kaki 30 menit setiap hari (wajib dan ini amat sangat ngaruh) dan diatur pola makan. Yang jelas aku sekarang sudah cut sugar, dan tepung-tepungan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mulai mengatur pola makan dengan lebih disiplin. Konsumsi gula dan makanan berbahan dasar tepung dikurangi, karena dianggap berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan.
Dari perubahan gaya hidup tersebut, hasilnya mulai terlihat. Berat badannya berhasil turun, sekitar 10 kilogram menjadi 66 kilogram dalam waktu relatif singkat.
“Target BB idealku di 59-60 kg. Nah cuma badanku tuh besar atas jadi pinggang, kaki pasti kecil duluan dibanding badan atas dan pipi,” ucapnya.
Ia juga menyadari bahwa setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda, sehingga proses penurunan berat badan tidak selalu merata di setiap bagian tubuh.
Baginya, bagian tubuh seperti wajah dan area atas cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk terlihat lebih ramping dibandingkan bagian lainnya.