“Mobil SPPG hanya untuk antar-jemput ompreng (wadah makanan). Kami tidak memperkenankan penggunaan untuk keperluan lain,” tegas Eko.
Saat ini, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) tengah berupaya mengidentifikasi nomor polisi kendaraan dalam video tersebut. Mengingat kualitas rekaman yang kurang jernih, petugas sedang menyisir data seluruh armada MBG di masing-masing satuan pelayanan di Pulau Lombok.
Eko juga memperingatkan para kepala SPPG bahwa sanksi tegas menanti bagi siapa pun yang lalai dalam mengawasi aset negara. Ia menyebut pihaknya tidak akan segan-segan menghentikan sementara operasional dapur SPPG jika terbukti terjadi penyalahgunaan kendaraan. Menurutnya, BGN sebelumnya sudah pernah menindak satu kasus serupa dengan memberikan sanksi penghentian operasional dapur.
Pemerintah kini mengimbau para pimpinan satuan untuk memperketat sistem pengawasan kendaraan dan penyimpanan kunci. Selain itu, masyarakat diminta tetap aktif melaporkan segala bentuk penyimpangan penggunaan fasilitas negara agar program Makan Bergizi Gratis tetap tepat sasaran.(*).